Hari Batik Nasional Jadi Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Persaudaraan
- 02 Okt 2026 14:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Peringatan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Nur Cholis dalam program Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, (02/10/2026). Ia mengatakan, batik tidak sekadar pakaian, tetapi memiliki nilai kreativitas, ketekunan, sejarah, dan warisan yang diteruskan dari generasi ke generasi.
“Batik bukan sekadar pakaian. Di balik warna, motif, dan coraknya terdapat kreativitas, ketekunan, sejarah, serta warisan yang diteruskan dari generasi ke generasi,” ujar Ustaz Nur Cholis, (02/10/2026).
Menurutnya, keberagaman warna dan motif batik dapat menjadi gambaran tentang kehidupan manusia. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan, melainkan menjadi sarana untuk saling mengenal dan menghargai.
Ustaz Nur Cholis mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku agar saling mengenal.
“Ada banyak warna, ada banyak motif, ada garis dan corak yang berbeda. Namun, ketika disatukan, semuanya menjadi indah,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberagaman suku, bahasa, makanan, pakaian, seni, dan tradisi merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang patut disyukuri dan dijaga.
Menurut Ustaz Nur Cholis, rasa syukur tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti mengenakan batik dengan bangga, menghargai para pengrajin, mengenalkan motif batik kepada anak-anak, serta ikut menjaga warisan budaya.
“Syukur itu dapat diwujudkan dengan cara sederhana: memakai batik dengan bangga, menghargai pengrajin, mengenalkan motif batik kepada anak-anak, dan ikut menjaga warisan budaya,” katanya.
Ustaz Nur Cholis juga mengingatkan bahwa melestarikan budaya merupakan bagian dari upaya menjaga amanah. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan batik, bahasa daerah, kesenian, dan sejarah bangsa kepada generasi berikutnya.
Ia menilai, mengenal budaya sendiri bukan berarti menolak budaya lain. Sebaliknya, pemahaman terhadap budaya dapat membangun rasa percaya diri terhadap identitas yang dimiliki sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai.
Lebih lanjut, Ustaz Nur Cholis mengajak masyarakat agar tidak hanya memperhatikan keindahan pakaian, tetapi juga memperbaiki akhlak.
“Jangan hanya indah pakaiannya, tetapi indah pula akhlaknya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, penampilan yang baik perlu diiringi dengan perkataan dan perilaku yang baik. Hal tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.
Ustaz Nur Cholis berharap Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenakan batik, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Berbeda motif tidak harus saling menjatuhkan. Berbeda warna tidak harus saling membenci,” pungkasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan semangat persaudaraan.
Selamat Hari Batik Nasional. Mari lestarikan budayanya, rawat persaudaraannya, dan indahkan akhlaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....