Ibu Bekerja, Anak Tetap Butuh Kehadiran
- 02 Sep 2026 10:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kesibukan pekerjaan sering membuat orang tua tetap memikirkan urusan kantor meskipun sudah berada di rumah. Tak jarang, waktu bersama anak dihabiskan sambil membalas pesan pekerjaan atau mengecek email. Secara fisik orang tua memang berada di rumah, tetapi perhatian masih tertuju pada pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam program Obrolan Psikologi RRI Malang, Kamis (13/8/2026) bersama Salsabila Ayu Vida, M.Psi., Psikolog.
Salsabila menjelaskan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan sekadar persoalan jumlah waktu. Hal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang memberikan perhatian secara utuh ketika sedang menjalankan peran tertentu. “Saat bersama anak, fokus pada waktu bersama anak tanpa terdistraksi pekerjaan,” ujarnya. Prinsip tersebut menjadi penting terutama bagi orang tua yang memiliki kesibukan pekerjaan cukup tinggi.
Menurut Salsabila, pekerja juga perlu melakukan evaluasi terhadap kondisi dirinya sendiri. Ketika tubuh dan pikiran mulai menunjukkan tanda kelelahan, seseorang sebaiknya tidak terus memaksakan diri untuk produktif. Pekerja dapat mengambil waktu untuk me-time, mencoba aktivitas baru, berolahraga, atau melakukan kegiatan sederhana yang membuat pikiran lebih rileks. Langkah tersebut dapat membantu mengembalikan energi sebelum kembali menjalani rutinitas.
Selain itu, batasan pekerjaan perlu diterapkan secara realistis. Ketika menerima pesan atau email di luar jam kerja, pekerja dapat mempertimbangkan tingkat urgensinya. Jika persoalan tersebut tidak benar-benar mendesak dan masih dapat ditangani pada jam kerja, tidak semua pesan harus langsung mendapatkan respons. Kemampuan menetapkan batas juga membantu seseorang terhindar dari rasa bersalah karena tidak terus-menerus produktif.
Salsabila turut mendorong pekerja untuk memiliki kehidupan sosial di luar lingkungan kantor. Bertemu teman atau bergabung dengan komunitas dapat menjadi ruang untuk membicarakan hal-hal di luar pekerjaan sehingga kehidupan tidak hanya berpusat pada rutinitas profesional. Pada akhirnya, menjaga keseimbangan bukan berarti mengurangi tanggung jawab, tetapi belajar memberikan perhatian yang tepat pada setiap bagian kehidupan. “Kesehatan fisik sangat bergantung pada kesehatan psikis kita,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....