Kerja tanpa Batas, Jalan Cepat menuju Burnout
- 02 Sep 2026 11:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Notifikasi pekerjaan yang terus masuk setelah jam kantor, pesan dari atasan saat akhir pekan, hingga kebiasaan membuka laptop sebelum tidur menjadi rutinitas yang sering dianggap biasa. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang kesulitan benar-benar beristirahat dan perlahan kehilangan batas antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang dibahas dalam program Obrolan Psikologi RRI Malang, Kamis (13/8/2026) bersama psikolog Salsabila Ayu Vida, M.Psi., Psikolog.
Dalam siaran tersebut, Salsabila menjelaskan bahwa work-life balance tidak berarti membagi waktu secara kaku antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal yang lebih penting adalah kemampuan seseorang membuat batasan yang sehat. “Work-life balance bukan berarti 50 persen untuk kerja dan 50 persen untuk kehidupan,” jelasnya. Batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi perlu dibuat agar seseorang dapat menjalankan setiap peran secara lebih optimal.
Kebiasaan bekerja secara berlebihan juga dapat menjadi tanda seseorang mulai mengalami kejenuhan atau burnout. Salsabila menyebut pekerja yang terlalu larut dalam pekerjaan dapat mengalami stres, kehilangan motivasi, hingga kelelahan berkepanjangan meskipun sudah mendapatkan waktu libur. Bahkan, tekanan psikologis yang terus menumpuk dapat memunculkan keluhan fisik seperti pusing, mual, hingga asam lambung naik.
Untuk mencegah kondisi tersebut, pekerja disarankan membagi target besar menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil yang dapat diselesaikan secara bertahap. Cara ini membantu pekerjaan selesai sebelum tenggat waktu sehingga tidak perlu dibawa ke rumah. Selain itu, ketika pesan pekerjaan masuk di luar jam kerja, seseorang perlu menilai terlebih dahulu apakah pesan tersebut benar-benar mendesak atau masih dapat ditangani pada hari kerja berikutnya.
Salsabila juga mengingatkan pentingnya keberanian mengatakan “tidak” ketika beban pekerjaan sudah terlalu banyak. Menetapkan batas bukan berarti seseorang malas atau tidak bertanggung jawab. Pekerja juga perlu memberikan ruang bagi dirinya untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang disukai, berolahraga, dan bersosialisasi di luar lingkungan pekerjaan. Dengan memberikan waktu untuk memulihkan energi, seseorang dapat kembali menjalani aktivitas secara lebih sehat dan terhindar dari kelelahan berkepanjangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....