Hindari Gibah jika Takut Siksa Neraka
- 05 Jul 2026 09:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID., MALANG - Percakapan tentang orang lain sering kali dianggap sebagai hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, tanpa disadari, obrolan tersebut dapat berubah menjadi ghibah yang justru menghapus pahala dan merusak hubungan antarsesama.
Dalam sesi tanya jawab program Mutiara Pagi RRI Malang, Senin (22/6/2026), Ustazah Hajah Dewi Latifah menegaskan bahwa seseorang yang mengaku takut terhadap siksa neraka, tetapi masih gemar menggunjing, termasuk dalam golongan orang yang pengakuannya belum terbukti.
"Mengaku takut neraka tetapi masih mengikuti hawa nafsu untuk bergunjing merupakan salah satu bentuk pengakuan yang dusta. Lisan dan hati harus selaras," jelasnya.
Menjawab pertanyaan pendengar mengenai sikap saat berada di lingkungan yang sedang bergosip, Ustazah Dewi menyarankan agar tidak ikut berbicara. Jika memungkinkan, pembicaraan sebaiknya dialihkan ke topik lain yang lebih bermanfaat.
"Kalau berada di tengah orang yang sedang bergunjing, jangan ikut berbicara. Perbanyak istigfar dalam hati dan alihkan pembicaraan agar tidak larut dalam dosa lisan," tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sekadar menanggapi atau mengiyakan gosip tetap termasuk bagian dari ghibah. Oleh sebab itu, umat Islam perlu membentengi diri dengan memperbanyak zikir, memperkuat iman, serta selalu mengingat bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
"Jangan anggap remeh dosa lisan. Semua perkataan akan dicatat. Karena itu, biasakan menjaga ucapan agar selaras dengan keimanan yang kita yakini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....