“Konco Iku Koco”, Teman Menyelamatkan atau Menjerumuskan?

  • 29 Mei 2026 12:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Obrolan santai bersama teman sering kali dianggap hal biasa. Namun di balik itu, pergaulan ternyata memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam program Mutiara Pagi RRI Malang bersama Ustaz Dr. H. M. Amsiono, M.Sy., yang membahas pengaruh pergaulan terhadap agama dan kepribadian seseorang.

Dalam siaran Kamis (30/4/2026) pagi tersebut, Ustaz Amsiono menjelaskan bahwa lingkungan sosial adalah salah satu faktor terkuat yang membentuk kebiasaan seseorang. Beliau menegaskan, “Kalau kita berkumpul dengan orang-orang yang suka kebaikan, perlahan kita akan ikut terbawa baik. Tapi kalau lingkungannya buruk, kita juga bisa terseret tanpa sadar.”

Beliau memberi gambaran sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat. Misalnya, seorang pelajar yang awalnya fokus belajar bisa perlahan kehilangan arah ketika masuk dalam kelompok pertemanan yang gemar bolos, bermain tanpa batas waktu, atau menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, teman yang sehat akan mendorong seseorang untuk berkembang dan menjaga nilai-nilai kebaikan.

Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Amsiono juga membahas perbedaan antara bercerita dan gibah. Menurutnya, tidak semua pembicaraan tentang orang lain termasuk gibah. “Kalau tujuannya mengambil pelajaran atau mencari solusi, itu berbeda. Yang jadi masalah adalah ketika membicarakan aib orang lain untuk menjatuhkan atau merendahkan,” jelasnya.

Beliau juga menyinggung pentingnya sikap hati-hati dalam menyikapi kehidupan modern, termasuk dalam urusan makanan, pertemanan lintas keyakinan, hingga kebiasaan digital. Menurutnya, prinsip utama seorang muslim adalah tetap terbuka dalam hubungan sosial, namun tetap menjaga batas akidah dan prinsip agama.

Di akhir acara, Ustaz Amsiono mengingatkan bahwa memilih teman adalah keputusan besar yang sering diremehkan. “Jangan salah memilih circle. Teman itu bisa jadi jalan kita menuju kebaikan, tapi juga bisa jadi pintu yang menyeret kita menjauh dari nilai-nilai agama,” pesannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....