Orang Tua Didorong Bentuk Anak Bijaksana

  • 07 Apr 2026 20:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perkembangan anak di era modern menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan akademik, terutama dalam bidang logika dan matematika. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran akan menurunnya nilai kebijaksanaan dalam diri anak. Hal ini disampaikan oleh narasumber Mimbar Agama Buddha PRO 1 RRI Malang, Selasa (7/4/2026), Junari, S.Ag.

Dalam pemaparannya, Junari mengajak para orang tua untuk melakukan refleksi diri terkait pola asuh yang diterapkan. Ia menilai, anak-anak saat ini cenderung unggul dalam berargumentasi, tetapi belum tentu mampu menyikapi persoalan hidup dengan bijak. “Anak sekarang pintar berdebat, tapi apakah mereka sudah bijaksana dalam menghadapi masalah? Ini yang perlu kita renungkan bersama sebagai orang tua,” ujarnya.

Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak sering kali ingin menang sendiri, sulit berbagi, bahkan enggan mengakui kesalahan. Tidak sedikit pula yang merasa paling benar dan cenderung menutupi kesalahan yang dilakukan. Menurut Junari, kondisi ini menjadi indikator menurunnya nilai kebijaksanaan dalam kehidupan anak-anak.

Ia kemudian mengutip ajaran Buddha Gautama yang menegaskan bahwa kebijaksanaan bukan diukur dari banyaknya kata-kata, melainkan dari sikap batin yang damai, tidak membenci, dan tidak diliputi rasa takut. “Seseorang disebut bijaksana bukan karena banyak bicara, tetapi karena ia mampu menjaga kedamaian dalam dirinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kebijaksanaan dalam ajaran Buddha tidak hanya sebatas pengetahuan, melainkan kemampuan melihat realitas sebagaimana adanya. Anak perlu diajarkan memahami mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang harus dihindari. Bahkan, mereka juga perlu belajar memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang pernah dilakukan.

“Anak yang bijaksana bukanlah anak yang tidak pernah salah, tetapi anak yang mau belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya,” tambah Junari. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....