Medsos Arema FC dalam Komunikasi Organisasi, Pemelihara Ikatan dengan Aremania

  • 02 Apr 2026 17:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dalam dua dekade terakhir, tidak ada kekuatan yang mengubah dunia olahraga secepat dan sedalam media sosial. Dulu, hubungan antara klub sepak bola dan para pendukungnya berjalan searah: klub mengeluarkan rilis pers melalui media massa, suporter membaca berita di koran atau menonton siaran televisi, dan hampir tidak ada ruang untuk dialog langsung. Kini, lanskap itu telah berubah total.

Dalam Routledge Handbook of Sport Communication, Galen Clavio dan Jared Meisinger menyoroti gagasan itu dalam kajian mereka tentang media sosial dan organisasi olahraga, “few relationships have been more dramatically altered by social media than those organizations’ interactions with their stakeholders”(Clavio & Meisinger, 2024). Organisasi olahraga tidak lagi bergantung pada gerbang informasi (gatekeeping) media tradisional. Mereka dapat menciptakan konten sendiri, seperti video, audio, grafis, tulisan, dan menyampaikannya langsung kepada publik melalui kanal seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Transformasi ini tidak hanya terjadi di liga-liga besar Eropa atau Amerika Serikat. Di Indonesia, Arema FC menjadi salah satu klub yang paling sadar memanfaatkan gelombang perubahan ini. Dengan 1,8 juta pengikut di Instagram dan lebih dari 14.300 unggahan, akun @aremafcofficial bukan sekadar papan pengumuman digital, tetapi menjadi ruang ikatan emosional antara klub dan Aremania dipelihara, dinegosiasikan, dan, saat diperlukan, diperbaiki.

Clavio dan Meisinger mencatat bahwa sejak tahun 2010-an, organisasi olahraga di berbagai belahan dunia mulai mempekerjakan tim kreatif internal untuk memproduksi konten yang bersaing langsung dengan media konvensional. Mereka memanfaatkan perangkat yang kini terjangkau, smartphone dengan kamera 4K, perangkat lunak editing, dan jaringan sosial gratis, untuk menciptakan aliran informasi yang tidak tersaring oleh kepentingan editorial pihak luar. Fenomena ini membawa konsekuensi besar bagi hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholders), yaitu Aremania, fans atau suporter Arema FC.

Suporter tidak lagi sekadar menerima berita; mereka bisa langsung berinteraksi, memberi komentar, bahkan memengaruhi arah komunikasi klub. “Sport organizations have utilized social media to produce visual content that draws millions of views, and team social media departments utilize creative content to generate engagement, follower growth, and revenue increases” (Voth, 2023 dalam (Clavio & Meisinger, 2024).

Bagi Arema FC, kesadaran untuk mengadopsi pendekatan ini tidak muncul begitu saja, namun muncul dari kepedihan tragedi Kanjuruhan dan tekad untuk berbenah. Pada November 2022, tidak lama setelah Tragedi Kanjuruhan yang mengguncang dunia sepak bola Indonesia, Arema FC mendapatkan kesempatan mengikuti program UEFA Assist Development. Program kerjasama antara UEFA dan AFC ini menghadirkan pakar komunikasi asal Eropa, Kenny Macleod, yang menyampaikan materi tentang brand and fans communication (indosport.com, 2022). Pesan utama dari program tersebut adalah bahwa klub tidak boleh hanya berbicara kepada suporter, tetapi harus berbicara dengan suporter.

Komunikasi harus menjangkau seluruh pemangku kepentingan: pemerintah daerah, aparat keamanan, kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan yang terpenting, para pendukung itu sendiri. Filosofi inilah yang kemudian menjadi fondasi baru bagi Arema FC dalam mengelola hubungan dengan Aremania.

Hingga saat ini, akun Instagram Arema FC (@aremafcofficial) memiliki 1,8 juta pengikut dengan total 14.305 unggahan. Rata-rata partisipasi (engagement rate) mencapai 1,16%, dengan setiap unggahan mendapat sekitar 20.000 tanda suka dan 621 komentar (Starngage.Com, 2026). Namun angka-angka itu hanya setengah cerita. Separuhnya lagi terletak pada bagaimana fluktuasi respons suporter mencerminkan dinamika hubungan yang hidup. Unggahan non-pertandingan (latihan, momen keseharian, konten ringan) biasanya meraih ribuan hingga belasan ribu tanda suka, dengan komentar berkisar ratusan hingga ribuan.

Suasana umumnya cair dan penuh dukungan. Unggahan hasil pertandingan menunjukkan lonjakan yang sangat bergantung pada tiga faktor: skor akhir, kualitas permainan, dan jalannya pertandingan. Kemenangan yang diraih dengan permainan apik bisa memicu ratusan ribu tanda suka dan komentar penuh euforia. Sebaliknya, kekalahan telak atau kontroversi dapat mengubah kolom komentar menjadi gelombang protes.

Kasus paling gamblang terjadi pada Juli 2025, ketika Arema FC dikalahkan Oxford United 0–4 dalam ajang Piala Presiden di Bandung, ditambah dengan insiden cedera yang dialami Ole Romeny akibat tekel pemain Arema, Paulinho Mocellin (suryamalang.tribbunnews.com, 2025). Unggahan hasil pertandingan di akun @aremafcofficial dibanjiri lebih dari 14.000 komentar, kebanyakan berisi kritik dan kemarahan. Tetapi, tidak sedikit pula suporter Aremania yang membela. Akun Instagram pribadi Paulinho bahkan menerima lebih dari 38.000 komentar hingga ia menonaktifkan fitur komentar. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial Arema FC bukan sekadar alat promosi, melainkan ruang publik tempat suporter meluapkan emosi kolektif, sekaligus panggung di mana klub harus menunjukkan kesiapan mendengarkan dan merespons.

Fenomena di atas dapat dijelaskan secara sistematis melalui Teori Komunikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Communication Theory). Komunikasi stakeholder adalah semua proses interaksi atau pertukaran informasi antara organisasi dan orang, kelompok, organisasi lain dan konstituen lain yang relevan (Koschmann & Kopczynski, 2017).

Teori ini mengkaji bagaimana bisnis dan perusahaan komersial mengatur hubungan-hubungannya dan tanggungjawabnya kepada kelompok maupun organisasi lain yang relevan. Dalam konteks organisasi Arema FC, Aremania adalah pemangku kepentingan utama (definitive stakeholder) berdasarkan tipologi yang dicetuskan Mitchell dkk tentang latent, expectant dan definitive stakeholder (Mitchell et al., 1997). Mereka bukan konsumen pasif, melainkan mitra yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi, bahkan menentukan, arah klub. Prinsip kunci dalam teori ini adalah dialog, bukan monolog. Organisasi tidak cukup menyampaikan pesan; ia juga harus membuka diri terhadap masukan, mendengarkan, dan menyesuaikan diri.

Media sosial menjadi infrastruktur yang memungkinkan dialog itu terjadi. Setiap unggahan di Instagram membuka kolom komentar yang menjadi forum bagi Aremania untuk menyuarakan harapan, kritik, dan kekecewaan. Intensitas komentar yang melonjak saat kekalahan bukanlah tanda kegagalan komunikasi, melainkan bukti bahwa hubungan itu hidup dan para pemangku kepentingan menggunakan saluran yang tersedia untuk berpartisipasi. Clavio dan Meisinger menambahkan bahwa dalam lanskap baru ini, “athletes and other sport personnel often use social media as a sort of media bypass, connecting with fans without having to rely on the editorial whims of media organizations” (Clavio & Meisinger, 2024).

Di Arema FC, fenomena serupa terjadi: pemain dan pelatih juga memiliki akun media sosial yang menjadi ekstensi dari komunikasi klub. Ketika terjadi insiden kontroversial, pelatih Marcos Santos secara terbuka menyampaikan permintaan maaf melalui media, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa klub tidak bersembunyi di balik pernyataan resmi yang kaku, tetapi hadir dalam percakapan yang sama dengan suporternya.

Dengan lensa teori pemangku kepentingan, kita bisa melihat bahwa media sosial Arema FC berfungsi sebagai arena negosiasi makna. Implementasi nyata dari negosiasi makna ini tercermin dalam dinamika penentuan kebijakan harga tiket pertandingan kandang musim 2025/2026. Ketika harga tiket dipatok sebesar Rp150.000 untuk tribun timur dan Rp125.000 untuk tribun utara-selatan memicu respons beragam di media sosial, manajemen Arema FC tidak mengambil posisi otoriter, melainkan melakukan pendekatan dialogis.

General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa harga tersebut merupakan hasil dari proses 'trial' (uji coba) dan ruang diskusi yang dibuka pada dua laga kandang musim sebelumnya (RRI.CO.ID, 2025). Bentuk negosiasi yang lebih konkret terlihat pada pemberian diskon Rp10.000 bagi Aremania pemegang KTA melalui kesepakatan dengan Presidium suporter. Fenomena ini menunjukkan perubahan paradigma: harga tiket bukan lagi sekadar instrumen transaksi ekonomi yang ditetapkan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama antara organisasi dan definitive stakeholder.

Dengan mengintegrasikan sistem pembelian melalui aplikasi Arema Access dan aplikasi resmi presidium, klub berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan pendapatan organisasi dengan kemampuan serta aspirasi pendukung, menjadikan media sosial dan platform digital sebagai jembatan komunikasi yang memanusiakan suporter sebagai mitra strategis.Hubungan klub dengan suporter tidak bersifat tetap; ia terus-menerus dikonstruksi ulang melalui interaksi sehari-hari.

Ketika tim bermain bagus dan menang, terjadi harmoni: unggahan mendapat dukungan masif, komentar berisi pujian, dan ikatan menguat. Ketika tim kalah atau terjadi insiden, terjadi disrupsi. Di sinilah letak ujian sejati bagi komitmen klub terhadap komunikasi dialogis. Apakah klub tetap hadir dan merespons, ataukah memilih menghindar? Dalam insiden Paulinho-Ole Romeny, respons Arema FC, meskipun tidak serta-merta meredam amarah, setidaknya menunjukkan bahwa klub tidak meninggalkan ruang dialog. Pelatih berbicara, manajemen memberikan pernyataan, dan komunikasi terus berlangsung. Mereka tidak lagi melihat media sosial sebagai corong satu arah, melainkan sebagai jantung hubungan dengan pemangku kepentingan.

Media sosial telah mengubah secara fundamental cara organisasi olahraga berinteraksi dengan pemangku kepentingannya. Arema FC, dengan 1,8 juta pengikut di Instagram, adalah bukti nyata bagaimana klub di Indonesia dapat memanfaatkan perubahan ini untuk memelihara ikatan dengan Aremania. Keberhasilan itu tidak terjadi kebetulan, namun ditumbuhkan di atas kesadaran bahwa suporter adalah pemangku kepentingan utama yang harus dilibatkan secara dialogis, sebuah prinsip yang ditekankan dalam program UEFA Assist Development dan diperkuat oleh temuan-temuan para peneliti seperti Clavio dan Meisinger. Media sosial Arema FC bukan sekadar alat komunikasi, tetapi ruang hidup tempat ikatan emosional dibangun, diuji, dan diperbaiki. Dari unggahan harian yang ringan hingga badai komentar pasca kekalahan, setiap interaksi adalah bagian dari proses negosiasi makna yang terus berlangsung.

Tantangan ke depan bukan lagi apakah Arema FC perlu menggunakan media sosial, tetapi bagaimana menjaga agar dialog yang terjadi di dalamnya tetap sehat, konstruktif, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, sebuah klub sepak bola tidak hanya dibangun oleh trofi dan prestasi, tetapi oleh ikatan yang terus dipelihara bersama para pendukungnya. “Salam Satu Jiwa”, lebih dari sekadar slogan, dan merupakan filosofi komunikasi Malangan yang hidup di setiap unggahan, komentar, dan tanda suka yang dipertukarkan antara Arema FC dan Aremania di jagat maya.

Penulis : Yudistira Satya Wira Wicaksana, Mahasiswa Magister By Project (MBP) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Dr Yanti Setianti MSi sebagai dosen pengampu.

Daftar Pustaka

Clavio, G., & Meisinger, J. (2024). Changes in the Social Media Landscape. In Routledge Handbook of Sport Communication (2nd ed., Vol. 1, pp. 178–186). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003430278-19

suryamalang.tribbunnews.com. (2025, July 11). Instagram Arema FC dan Pemain Dirujak Netizen, Efek Ole Romeny Cedera. Https://Suryamalang.Tribunnews.Com/2025/07/11/Instagram-Arema-Fc-Dan-Pemain-Dirujak-Netizen-Efek-Ole-Romeny-Cedera.

Koschmann, M. A., & Kopczynski, J. (2017). Stakeholder Communication. In The International Encyclopedia of Organizational Communication (pp. 1–13). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118955567.wbieoc193

Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a Theory of Stakeholder Identification and Salience: Defining the Principle of who and What Really Counts. Academy of Management Review, 22(4), 853–886. https://doi.org/10.5465/amr.1997.9711022105

RRI.CO.ID. (2025, August 8). Pemilik KTA Dapat Diskon Tiket Ekonomi Arema FC. Https://Olahraga.Rri.Co.Id/Malang/Sepak-Bola/1756081/about.Html.

indosport.com. (2022, November 22). Arema FC Serap Semua Materi dalam Program UEFA Assist Development. Https://Www.Indosport.Com/Sepakbola/Amp/20221122/Arema-Fc-Serap-Semua-Materi-Dalam-Program-Uefa-Assist-Development.

Starngage.com. (2026, March 27). Https://Starngage.Com/plus/En-Us/Brands/Instagram/Aremafcofficial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....