Enam Prinsip Saranīya Dhamma, Kunci Harmoni Antar Tetangga
- 17 Mar 2026 21:12 WIB
- Malang
Ajaran Buddha melalui konsep Saranīya Dhamma menawarkan enam prinsip penting dalam membangun kerukunan hidup, termasuk dalam kehidupan bertetangga.
Dalam Mimbar Agama Buddha di PRO 1 RRI Malang, Ibu Setyorini menjelaskan bahwa Saranīya Dhamma merupakan ajaran yang termuat dalam Digha Nikaya 33, yang berarti hal-hal yang patut diingat dan membawa keharmonisan.
Ia memaparkan enam prinsip tersebut, yaitu metta-kāya-kamma (berbuat baik melalui tindakan), metta-vacī-kamma (berkata dengan penuh cinta kasih), dan metta-mano-kamma (memiliki pikiran penuh cinta kasih).
Selain itu, terdapat pula prinsip sādhāraṇa-bhogi (saling berbagi), sīla-sāmaññatā (menjaga moralitas), serta diṭṭhi-sāmaññatā (memiliki pandangan benar dan saling menghormati).
“Jika enam prinsip ini dipraktikkan, maka akan tumbuh rasa saling percaya, menghindari konflik, serta memperkuat hubungan antar tetangga,” jelasnya, Selasa (17/3/2026)
Ia mencontohkan, membantu tetangga yang sakit, tidak menyebarkan gosip, hingga menjaga kejujuran dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata penerapan ajaran tersebut.
Menurutnya, kerukunan sejatinya berawal dari tiga hal utama, yakni tindakan, ucapan, dan pikiran yang baik. “Ketiganya menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....