Festival Seni Titi Rasi Hadir di Malang

  • 18 Nov 2025 14:59 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Peluncuran Festival Seni Titi Rasi menarik perhatian publik seni di Malang, terutama dengan keterlibatan seorang seniman senior setempat yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia batik, musik, seni rupa, dan performing arts. Sarasno, seniman kelahiran Malang pada akhir 1950-an ini dikenal sebagai kreator multitalenta yang telah puluhan tahun membangun ekosistem budaya di kota kelahirannya.

Sejak 1970-an, Sarasno aktif mendorong perkembangan komunitas seni dan lingkungan di Malang. Perjalanan keseniannya dimulai dari dunia batik pada 1975, merintis produksi batik sekaligus mengembangkan kerajinan, dekor rumah, hingga busana. Dari masa itulah karyanya mulai tampil di berbagai ajang pameran, termasuk pameran sekolah, festival mahasiswa, hingga pameran di Taman Indrokilo Malang. Pada 2020, karya busananya ikut ditampilkan dalam pameran seni nasional di Jakarta Selatan.

Gagasannya kemudian berkembang ke ranah performing arts. Sejak 1976 ia memadukan seni batik dengan pertunjukan panggung melalui batik dress painting. Dengan dukungan akademisi lokal, kiprahnya merambah dunia seni rupa, musik, pantomim, dan aksi performans lintas medium. Salah satu proyek kolaboratif besar yang pernah dijalaninya adalah “Metamorphosa Batik Performing Arts - Stage 2” pada 2013, yang melibatkan seniman lintas disiplin dari kota maupun daerah lain.

Di dunia musik, ia juga tampil di berbagai konser serta bekerja sama dengan grup-grup lokal, termasuk komunitas musik tradisional dan bluegrass. Pada tahun 1982 hingga 1986 ia terlibat dalam berbagai kelompok teater dan menjadi perancang artistik di sejumlah produksi. Dunia video kreatif juga sempat digelutinya, antara lain sebagai videografer serta animator 3D untuk kebutuhan korporasi dan institusi. Pada 2002 ia menjadi direktur eksekutif sebuah proyek film kota.

Selain berkarya, seniman senior ini juga dikenal sebagai penggerak komunitas melalui kelompok seni rupa yang dibangunnya sejak 1975. Ia aktif membina generasi muda di lembaga budaya, komunitas teater, hingga proyek kolaborasi nasional. Belakangan, ia turut mendukung inisiatif ekologi seni melalui pameran-pameran bertema lingkungan dan dokumentasi budaya urban.

Keterlibatannya dalam Festival Seni Titi Rasi menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa festival ini memang berupaya mengangkat tokoh-tokoh lokal yang memiliki sejarah panjang dalam seni kontemporer Malang. Kontribusinya menjadi landasan penting dalam pengembangan ekosistem kreatif, sekaligus inspirasi bagi para seniman muda yang hadir dalam gelaran tersebut.

Festival Titi Rasi menghadirkan pameran interaktif, lokakarya, pertunjukan musik, seni instalasi, dan program kreatif berbasis kolaborasi masyarakat. Tahun ini, festival menargetkan kunjungan ribuan peserta dari seluruh Jawa Timur dan berharap dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Malang sebagai kota seni yang progresif.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....