Jangan Hakimi Diri Terlalu Keras, Fokuslah pada Perbaikan
- 11 Nov 2025 11:14 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Dalam kehidupan, tak jarang manusia terjebak menyalahkan diri sendiri atas kesalahan masa lalu. Kita merasa gagal, kecewa, dan terpuruk hingga lupa bahwa Allah lebih mencintai usaha memperbaiki diri daripada penyesalan tanpa tindakan.
Hal ini disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Amsiono, S.H., S.Ag., M.Sy. dalam program Mutiara Pagi RRI Malang bertema Menghisap Diri Di Dunia Sebelum Akhirat, Jumat (7/11/2025).
“Jangan fokus pada menyalahkan diri, karena itu hanya menimbulkan putus asa. Fokuslah pada perubahan. Barang siapa harinya lebih baik dari kemarin, dialah orang yang beruntung,” ujar beliau mengutip pesan Rasulullah SAW.
Introspeksi diri bukan berarti terus-menerus menyesali kesalahan, tetapi belajar dari pengalaman. “Allah tidak menilai seberapa sering kita jatuh, tapi seberapa kuat kita mau bangkit,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kesalahan bisa menjadi guru yang menuntun seseorang menuju kedewasaan spiritual.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Amsiono menambahkan bahwa muhasabah sebaiknya dilakukan dengan hati yang tenang. “Kalau ingin menilai diri, jangan sambil marah atau sedih. Lihatlah dengan mata hati. Karena ketika hati jernih, kita bisa melihat hikmah di balik setiap kejadian,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, beliau berpesan agar manusia tidak berlarut dalam penyesalan, sebab rahmat Allah selalu lebih luas dari dosa.
“Selama kita masih diberi waktu, artinya Allah masih ingin kita memperbaiki diri. Jangan hakimi diri terlalu keras cukup jadikan kesalahan sebagai batu loncatan menuju kebaikan,” tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....