Sabar, Cahaya Penerang Menuju Jalan Ketenangan
- 11 Nov 2025 09:34 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Dalam setiap perjalanan hidup, tidak ada manusia yang luput dari ujian. Ada yang diuji kehilangan, ada pula yang diuji kesabaran menghadapi manusia lain. Namun, bagi seorang mukmin, setiap ujian adalah peluang untuk mendekat kepada Allah.
Ustaz Dr. H. M. Amsiyono, S.Ag., M.Sy. dalam program Mutiara Pagi RRI Malang bertema Manifestasi Sabar dalam Kehidupan, Kamis (6/11/2025) pagi, menjelaskan bahwa sabar merupakan cahaya (was-sobru dhiyā’un) yang menerangi hati di tengah kegelapan masalah. “Kesabaran bukan berarti menekan perasaan, tetapi mengelola hati agar tidak tenggelam dalam kesedihan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa merasa kecewa atau sedih bukan tanda kurang iman. “Yang penting bukan tidak bersedih, tapi bagaimana kita menghadapinya,” jelasnya. Ketika diuji, seorang muslim dianjurkan mengucap Innalillahi wa inna ilaihi raji’un sebagai bentuk ketundukan kepada takdir Allah.
Ustaz Amsiyono mengingatkan bahwa setiap ujian hidup memiliki hikmah tersendiri.
“Allah tidak pernah memberi beban di luar kemampuan hamba-Nya,” tuturnya.
Menurutnya sabar adalah kekuatan yang menenangkan hati, bukan sekadar menahan emosi. “Sabar itu penerang jalan menuju ridha Allah,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....