Mikroplastik, Ancaman Tak Kasatmata yang Mengintai

  • 10 Nov 2025 10:42 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Temuan bahwa 11 dari 12 sampel air di Malang tercemar mikroplastik seharusnya menjadi alarm serius bagi semua pihak. Meski angka partikel yang ditemukan terbilang kecil dibanding kota lain, faktanya menunjukkan, tak ada lagi ruang yang benar-benar bersih dari jejak plastik.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, mikroplastik bukan sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi persoalan kesehatan publik. Partikel halus dari kantong plastik, botol kemasan, hingga serat pakaian sintetis kini mengendap di air yang kita minum, udara yang kita hirup, bahkan mungkin dalam tubuh kita sendiri.

Masalahnya, kesadaran publik tentang ancaman ini masih minim. Kita masih begitu mudah membeli air dalam botol plastik, memakai kantong kresek di warung, dan mengabaikan limbah domestik yang terus menumpuk. Di sisi lain, kebijakan pengendalian plastik sekali pakai masih lemah, lebih banyak bersifat imbauan ketimbang penegakan aturan.

Temuan Ecoton di Malang harus dibaca bukan sebagai kabar buruk semata, tetapi sebagai titik awal membangun kesadaran ekologis baru. Perguruan tinggi, lembaga pemerintah, industri, hingga masyarakat perlu bergerak serentak.

Pemerintah daerah harus memperkuat regulasi dan pengawasan limbah plastik, sementara dunia pendidikan dan media harus memperluas literasi publik tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan dan lingkungan.

LPP RRI Malang berpandangan, menjaga air bersih hari ini berarti menjaga generasi masa depan dari ancaman penyakit akibat polusi mikroplastik. Karena itu, setiap kebijakan pengelolaan sampah dan air bersih harus berpijak pada sains, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Kita memang tak bisa hidup tanpa plastik, tetapi kita bisa memilih untuk hidup lebih bijak dengan plastik. Mulai dari diri sendiri, dari rumah, dari sekarang.

Penulis : Diana Rusnawati (Kepala LPP RRI Malang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....