Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Sebagai Anugerah Allah
- 18 Sep 2025 20:57 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Kemerdekaan adalah bagian dari kasih sayang Allah yang diberikan kepada seluruh manusia tanpa membedakan keimanan, dan menjadi amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Menurut Ustadzah Rukmini Amar dalam tausiyah Mutiara Pagi, bahwa kemerdekaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah wujud rahman Allah. “Rahman itu bagian daripada bentuk kasih sayang Allah yang tidak bisa dimiliki oleh manusia. Sifatnya umum, diberikan kepada semua, baik yang beriman maupun tidak,” ujarnya, Kamis (18/9/2025)
Sementara itu, rahim Allah, menurutnya, adalah kasih sayang khusus yang hanya diberikan kepada orang-orang beriman. Keduanya menjadi nikmat yang harus senantiasa dimohonkan kepada Allah.
Ustadzah Rukmini menjelaskan bahwa rahmat dan rahim Allah harus diiringi rasa syukur yang nyata, diwujudkan dalam perilaku yang menjaga persatuan, membangun kemaslahatan, dan menghindarkan diri dari perpecahan. “Kalau kita minta kepada Allah, mintalah keduanya, Rahman dan Rahim-Nya. Jangan hanya salah satunya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sifat rahman Allah dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia selama hidup di dunia. Namun, rahim Allah hanya akan diberikan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh. Oleh karena itu, mensyukuri kemerdekaan berarti juga mengupayakan agar rahim Allah tetap menaungi kehidupan bangsa. Kemerdekaan yang berlandaskan nilai iman akan melahirkan generasi yang kuat, adil, dan berakhlak mulia.
Ustadzah Rukmini mengajak pendengar untuk tidak hanya merayakan kemerdekaan secara seremonial, tetapi menjadikannya momentum memperbaiki diri dan masyarakat. Dengan memohon rahman dan rahim Allah, bangsa ini diharapkan mampu menjaga amanah kemerdekaan hingga mencapai cita-cita luhur Indonesia yang sejahtera, adil, dan diridhai oleh-Nya. (Syf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....