Situs Boto Rubuh, Kasurangganan Masa Majapahit

  • 13 Mei 2025 09:35 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Sumber air yang berada di Dusun Biru RT 08 RW 03 Desa Candirenggo Singosari, Kabupaten Malang, oleh masyarakat sekitar disebut sumber ‘Boto Rubuh’. Disebut demikian diduga ketika ditemukan terdapat bata merah kuno yang teronggok seperti dinding roboh. Indikator bata merah kuno itu masih didapati sisa-sisanya di sekitar sumber ‘Boto Rubuh’ yang menandakan bahwa tempat itu jelas merupakan suatu situs patirthan. Ketika membaca papan keterangan di lokasi tidak banyak informasi yang dapat dihubungkan dengan zaman Singhasari atau Majapahit, kecuali disebutkan bahwa ‘Boto Rubuh’ adalah apa yang dahulu disebut sebagai ‘Kedung Biru’ di dalam naskah Nagarakrtagama.

Nagarakrtagama pupuh XXXV.4 menyinggung nama tempat tamasya yang dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk jika berkunjung ke Singhasari, yaitu Kedung Biru, Kasurangganan dan Bureng. Kedung Biru itu nama suatu tempat yang tentunya di dekatnya terdapat sungai yang memiliki lubuk (kedung). Lubuk itu suatu cekungan di badan air sungai yang bisa menjadi pusaran air. Kiranya Kedung Biru ini dapat disamakan dengan ‘Biru Kedung Lengkong’, yang juga terdapat situs di pinggir sungai. Dekat di utara ‘Boto Rubuh’ memang terdapat sungai, tetapi sungai itu tidak berkedung karena dangkalnya, bahkan di sepanjang sungai bertebaran batu besar.

Alih-alih Kedung Biru, kiranya sumber ‘Boto Rubuh’ itu lebih sesuai apabila disamakan dengan Kasurangganan. Bernet Kempers (1959) pernah mengkorelasikan Kasurangganan ini dengan Sumberawan, karena memang alam pemandangan yang pantas bagi Sumberawan yang berupa telaga berada di tepi hutan didukung adanya bangunan stupa (zaman dahulu bahkan mungkin di tengah hutan). Kasurangganan akar katanya dari kata Surāngganā, yang artinya perempuan dari sorga, itu sama artinya dengan Warāpsari= bidadari sorga yang utama, dan juga Widyadhāri= bidadari sorga. Dalam naskah Jawa Pertengahan, yaitu Kidung Panji Margasmara yang ditulis tahun 1458 M menyebut suatu taman di Singhasari yang bernama Taman Warapsari atau disebut pula Taman Kawidyadaren.

Situs patirthan (sumber mata air) "Boto Rubuh" di Desa Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Wisnu/RRI Malang)

Dekat dengan lokasi situs Sumber Boto Rubuh, ± 500 m arah barat, terdapat kampung bernama ‘kranggan’. Kiranya tidak mencari-cari bahwa nama ‘kranggan’ ini dahulunya adalah ‘kasurangganan’, yang karena terjadi abrevasi penggalan kata lama-lama menjadi ‘kranggan’. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sumber ‘Boto Rubuh’ ini letaknya dekat di atas sungai yang berbatu-batu. Kondisinya persis dengan keterangan Kidung Panji Margasmara pupuh V. 9.a bahwa Panji Margasmara yang tinggal di Taman Warapsari suatu hari diajak oleh Sodama pengasuh Ken Candrasari, menyusuri sungai berbatu (parangher) untuk dapat mengetahui tempat tinggal Ken Candrasari di istana bagian belakang (wijil telu).

Taman Warapsari sendiri disebut-sebut antara lain pada pupuh II. 8.a, sebagai tempat Panji Margasmara untuk tinggal selama berada di Kadipaten Singhasari. Pada pupuh II. 9.a taman ini disebut sebagai Taman Kawidyadaren sebagai tempat mandi keluarga kadipaten disaat hari-hari tertentu, seperti hari ‘Tumpek Kliwon’, serta bertemunya Panji Margasmara dan Ken candrasari untuk pertama kali. Pupuh VI. 14.a menyebutkan adanya balai di Taman Warapsari. Pupuh XIX. 29.a disebut sebagai tempat pemberhentian Panji Margasmara ketika membawa rombongan dari Majapahit hendak berserah diri kepada Adipati Singhasari. Akhirnya pupuh XX. 1.a. menyebut bahwa Taman Warapsari itu adalah taman kerajaan (udyana).

Sebagai tambahan yang meyakinkan bahwa sumber ‘Boto Rubuh’ itu adalah Taman Warapsari, pada pupuh V. 5.a. disebutkan bahwa Panji Margasmara suatu ketika di Taman Warapsari duduk di atas batu di dekat kolam. Kondisi tersebut persis dengan sumber ‘Boto Rubuh’ bahwa di sisi utara kolam utama sumber ‘Boto Rubuh’ terdapat sebongkah batu besar yang sampai saat ini masih dapat dijumpai.

Penulis: Suwardono

(Sejarawan, Pemerhati Epigrafi dan Filologi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....