Arema FC Doa Bersama Keluarga Korban Peringati Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober

  • 01 Okt 2026 08:02 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Manajemen Arema FC bersiap menggelar doa bersama keluarga korban, Aremania dan tokoh agama untuk memperingati 4 tahun tragedi Kanjuruhan 1 Oktober malam hari ini. Selain itu, panjatan doa juga dihelat bersama anak yatim di Kandang Singa, kantor Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Kamis (1/10/2026) pagi hari ini.

General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi membenarkan. "Kita buat tahlilan dan santunan anak yatim, sesederhana itu. Tetapi malam hari tanggal 1 Oktober 2026, kita diundang keluarga korban dan Romo Suroso (tokoh agama) untuk doa bersama di Stadion Kanjuruhan," ujar Inal.

Inal mengungkapkan, manajemen masih terus berupaya merawat dan berupaya menyembuhkan luka selama empat tahun pascatragedi. Dia juga mengakui, trauma luka akibat tragedi yang merenggut 135 nyawa dan ratusan lainnya luka itu, belum sepenuhnya pulih.

"Terutama dari sisi keluarga korban. Kita semua, masyarakat Malang merasakan trauma, dan impact psikologis itu juga masih terasa," tambah Inal.

Kendati demikian, Inal menyebut kehidupan masih harus terus berjalan. Sepak bola adalah napas masyarakat Malang. Stadion Kanjuruhan sebagai kandang Arema FC, juga menjadi miniatur kehidupan ekonomi, sosial dan subkultur Malangan.

"Tanpa mengurangi rasa hormat, setelah empat tahun ini, kita perlu menyikapi situasi ini dengan lebih baik. Dari sudut pandang klub, kami menilai mungkin sudah waktunya kita bergerak maju lagi. Karena, setelah tragedi, kehidupan ekonomi dan sosial di Stadion Kanjuruhan seakan-akan berhenti," jelasnya.

Menurut Inal, kebangkitan ekosistem sepak bola di Stadion Kanjuruhan akan membawa dampak positif bagi banyak orang. Inal juga mengatakan kebangkitan itu juga bakal membuktikan kepada publik sepak bola dunia bahwa Malang bisa sembuh dari luka pascatragedi.

"Sayang sekali kalau ekosistem bola di Stadion Kanjuruhan ini harus terhenti. Kami tentu mengajak semua pihak di Malang Raya untuk bangkit dan bergerak lagi. Banyak cara untuk menyembuhkan luka psikologi itu, salah satunya ya dengan bergerak lagi," tutup Inal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....