Arema FC Belum Tampil Maksimal di Laga Perdana Piala Presiden, IB: Beri Waktu Tim
- 27 Jul 2026 09:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penampilan perdana Arema FC pada ajang pramusim Piala Presiden 2026 dinilai belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya dari tim. Persiapan yang singkat, tingkat kebugaran yang belum optimal, serta proses membangun chemistry antarpemain menjadi alasan di balik belum maksimalnya aksi Singo Edan.
CEO Arema FC, Iwan Budianto, menegaskan bahwa turnamen pramusim ini sejak awal memang difungsikan sebagai wadah penyelarasan tim menuju kompetisi resmi. Publik pun diminta tidak terburu-buru menghakimi performa anak asuh Marcos Santos tersebut.
"Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal, juga sudah sampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujar Iwan Budianto, Senin (27/7/2026).
Pria yang akrab disapa IB itu membeberkan bahwa kondisi fisik antarpemain belum merata karena perbedaan masa istirahat dan jadwal bergabung dalam latihan. Tak hanya itu, deretan pemain baru juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan membangun kesepahaman di lapangan.
"Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40 sampai 50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen. Itu tergantung kapan mereka mulai latihan dan masa istirahat setelah libur. Kondisi itu pasti memengaruhi performa tim," katanya.
"Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal). Mereka masih dalam tahap saling memahami satu sama lain. Understanding each other itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola. Jadi kita tunggu saja, insya Allah nanti akan segera membaik," ujarnya.
Piala Presiden ini sekaligus dimanfaatkan manajemen dan tim pelatih sebagai bahan evaluasi. IB memberi sinyal membuka peluang penambahan amunisi baru jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan komposisi. Namun, ia membantah tegas rumor evaluasi terhadap posisi pelatih kepala.
"Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya. Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi," jelasnya.
"Evaluasi pasti ada, tetapi terhadap keseluruhan, bukan kepada person. Tidak secepat itu. Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih," kata IB.
Minimnya masa persiapan juga menjadi sorotan. Skuad Arema FC baru berkumpul sekitar dua pekan sebelum turnamen, bahkan beberapa legiun asing baru mendarat sepekan jelang laga. Situasi makin berat lantaran lawan yang dihadapi pada laga perdana merupakan tim tangguh yang tampil di kandang sendiri.
"Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil," tuturnya.
"Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik," pungkas IB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....