Pelatih Arema Juara Galatama M Basri Meninggal Dunia
- 23 Jul 2026 10:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dunia sepak bola Indonesia berduka atas kepergian pelatih legendaris Muhammad Basri, yang mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Surabaya pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.50 WIB. Sosok kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942, ini memegang peran krusial dalam sejarah sepak bola nasional, terutama bagi Arema FC yang berhasil meraih trofi perdana di kancah Galatama berkat kepemimpinannya.
Rasa duka mendalam turut dirasakan oleh segenap keluarga besar skuad Singo Edan. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung atas berpulangnya sang legenda:
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sekeluarga besar Arema FC sangat kehilangan atas berpulangnya M. Basri. Beliau adalah pelatih dengan dedikasi tinggi yang telah menorehkan sejarah emas bagi Arema. Prestasi beliau membawa Arema menjadi juara Galatama 1993 adalah warisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Inal, Kamis (23/7/2026).
Rekam jejak M. Basri di kancah lapangan hijau sudah terukir sejak ia aktif sebagai pemain. Pria yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di ajang Asian Games 1962 ini sempat mengantarkan PSM Makassar menjuarai Kompetisi Perserikatan era 1964 hingga 1966.
Kemampuannya semakin teruji saat beralih peran menjadi juru taktik, terbukti dengan keberhasilannya membawa Persebaya Surabaya menjuarai Piala Perserikatan 1977 serta mengantar Niac Mitra meraih tiga gelar Galatama pada era 1980-an. Keberhasilan tersebut bahkan membawanya dipercaya membesut Tim Nasional Indonesia senior dalam dua periode berbeda, yaitu pada tahun 1983 dan 1989.
Perjalanan almarhum bersama Arema Malang dimulai pada tahun 1991 atas pinangan langsung dari pendiri klub, Acub Zainal. Di bawah racikan strateginya, Arema tampil sangat dominan hingga sukses mengunci gelar juara Galatama musim 1992-1993 dengan mengumpulkan 45 poin dari 32 pertandingan (18 kali menang, 9 imbang, dan 5 kalah).
Pencapaian ini menjadi pondasi utama kejayaan klub di tingkat nasional. Selama melatih, Basri dikenal memiliki pendekatan yang tegas dan menekankan kedisiplinan tinggi, namun tetap mampu menjadi motivator ulung serta jeli memanfaatkan celah kelemahan lawan.
Setelah mengukir sejarah bersama Arema, M. Basri melanjutkan pengabdiannya di berbagai klub Indonesia, seperti Mitra Surabaya, PSM Makassar, Persita Tangerang, Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul.
Sepanjang kariernya, ia memiliki filosofi khas yang konsisten mengedepankan talenta lokal karena meyakini mereka memiliki motivasi bertanding dan semangat pantang menyerah yang luar biasa.
Kepergian sang maestro di usia 80-an tahun ini menutup perjalanan panjang seorang tokoh besar, namun dedikasi dan warisan prestasinya akan selalu hidup di hati para suporter dan penikmat sepak bola tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....