Panpel Arema FC Akui Lonjakan Jumlah Penonton Laga pada Musim 2025/2026

  • 28 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi kembalinya atmosfer positif di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Transformasi kultur mendukung dari Aremania tidak hanya memulihkan kenyamanan di tribun, tetapi juga memicu lonjakan kehadiran penonton secara signifikan hingga akhir musim.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan bahwa kelancaran seluruh rangkaian pertandingan musim ini menjadi tolok ukur penting bagi kesiapan aspek operasional sekaligus kedewasaan para suporter.

“Sepanjang musim 2025/2026 kami sudah menyelesaikan pelaksanaan pertandingan yang secara umum telah berjalan lancar. Ini bukti kesiapan panpel dan peningkatan perilaku bersuporter dari Aremania,” ujar Erwin Hardiyono kepada RRI Malang.

Perubahan paling mencolok yang terlihat di Stadion Kanjuruhan pascarenovasi adalah hilangnya yel-yel maupun nyanyian bernada rasisme yang dahulu kerap terdengar dalam laga-laga bertensi tinggi. Aremania kini lebih fokus pada koreografi kreatif dan lagu-lagu motivasi murni untuk membakar semangat skuad Singo Edan di lapangan.

Hilangnya atmosfer intimidatif ini berdampak langsung pada demografi pemegang tiket. Tribun Stadion Kanjuruhan kini bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan ramah anak.

Pada setiap laga kandang, pemandangan keluarga yang membawa anak-anak kecil untuk menikmati pertandingan dengan aman kini menjadi pemandangan yang semakin lumrah.

Sterilisasi area stadion dari potensi gangguan keamanan serta pengetatan aturan keselamatan berhasil mengembalikan kepercayaan penuh dari masyarakat Malang Raya.

Indikator paling valid dari pulihnya gairah sepak bola di Malang tercermin pada grafik kehadiran penonton. Jika pada awal-awal musim 2025 lalu jumlah suporter yang memadati tribun pascarenovasi hanya berkisar di angka ratusan orang per pertandingan akibat sisa trauma dan adaptasi regulasi baru, situasi tersebut berbalik 180 derajat memasuki paruh kedua kompetisi di tahun 2026.

Menariknya, peningkatan ini tidak hanya terjadi pada laga-laga klasik atau tradisional yang melibatkan rival utama, melainkan juga pada laga-laga non-tradisi melawan tim-tim promosi atau tim non-rival. Grafik penonton menunjukkan tren yang terus merangkak naik secara konstan dari pekan ke pekan.

Puncak dari tren positif di laga non-tradisi ini terlihat nyata saat Arema FC menjamu PSIM. Pertandingan tersebut berhasil menyedot perhatian hingga 6.502 penonton yang memadati tribun stadion.

Angka ini menjadi lompatan besar jika dibandingkan dengan awal musim yang hanya mencatatkan angka ratusan penonton. Peningkatan kuantitas yang dibarengi dengan kualitas perilaku suporter ini membuktikan bahwa Kanjuruhan yang sempat redup kini telah kembali dengan wajah yang jauh lebih aman, tertib, dan profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....