Manajer Bisnis Arema FC Tegaskan Tradisi Lama Bawa Miras Harus Ditinggalkan
- 19 Apr 2026 17:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid, menegaskan bahwa tradisi lama membawa dan mengonsumsi minuman keras (miras) saat menonton pertandingan harus segera ditinggalkan. Ia mengajak seluruh suporter untuk membangun tradisi baru, yaitu keren tanpa miras.
Pernyataan tersebut disampaikan Munif menyusul 54 suporter dirazia karena diduga membawa minuman keras.
"Keren tanpa miras itu sebenarnya bisa dan harus jadi tradisi baru. Tradisi lama yang membawa miras ke stadion harus kita tinggalkan bersama," ujar Munif Bagaskara Wakid, Minggu (19/4/2026).
Munif menjelaskan bahwa pihak Arema FC tidak pernah berhenti melakukan sosialisasi dan imbauan kepada suporter melalui berbagai saluran komunikasi. Mulai dari media sosial, grup komunitas, hingga pertemuan langsung dengan perwakilan Aremania.
"Kami sudah tidak henti-hentinya bersosialisasi dan mengimbau lewat banyak saluran komunikasi. Larangan membawa miras, sajam (senjata tajam), dan barang terlarang lainnya terus kami ulang," ungkapnya.
Menurut Munif, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Arema FC untuk menciptakan pertandingan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Polres Malang dan Presidium Aremania dalam menegakkan aturan di dalam dan sekitar stadion.
"Perubahan budaya suporter tidak bisa instan, tetapi harus dimulai dari sekarang. Kami berharap seluruh Aremania bisa bangga menjadi bagian dari tradisi baru yang lebih positif," tutup Munif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....