Pembinaan Sepak Bola di Indonesia Dinilai Belum Optimal
- 30 Mar 2026 15:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ketergantungan terhadap pemain asing dalam sepak bola Indonesia dinilai tidak terlepas dari persoalan mendasar dalam sistem pembinaan yang belum berjalan optimal.
Pengamat sepak bola sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Dr. Mu’ariffin, menilai bahwa secara regulasi, Indonesia sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang kuat dalam pembinaan olahraga, termasuk sepak bola. Namun, implementasinya di lapangan dinilai belum maksimal.
“Di undang-undang No. 11 Tahun 2002 tentang keolahragaan sudah jelas bahwa pembinaan harus sistematis, terencana, dan berjangka panjang. Secara konsep itu sudah bagus, tetapi implementasinya belum berjalan dengan baik,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Senin 30 Maret 2026.
Menurutnya, kurangnya konsistensi dalam menjalankan sistem pembinaan membuat banyak pihak cenderung mengambil jalan instan untuk meraih prestasi.
Akibatnya, klub maupun pemangku kepentingan lebih memilih mendatangkan pemain asing atau melakukan naturalisasi dibanding membangun pemain dari usia dini.
“Karena ingin cepat berprestasi, akhirnya yang dilakukan adalah cara instan, seperti mendatangkan pemain asing. Padahal, prestasi itu membutuhkan proses panjang,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kurikulum pembinaan sepak bola di Indonesia yang dinilai belum mengikuti perkembangan global.
Menurutnya, hal ini berdampak pada kualitas pemain lokal yang belum mampu bersaing secara konsisten dengan pemain dari luar negeri.
“Kurikulum sepak bola kita seharusnya mengacu pada negara maju, sehingga bisa menghasilkan pemain yang setara. Kalau tidak, akan sulit bersaing,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan pemain juga harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berorientasi pada hasil jangka pendek. Pemain yang terlalu dini dituntut berprestasi justru berisiko mengalami kejenuhan hingga cedera.
“Jangan dituntut berprestasi sejak kecil. Ketika dewasa, mereka bisa habis karena jenuh atau cedera. Ini yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Mu’ariffin menegaskan bahwa perbaikan sistem pembinaan menjadi kunci utama jika Indonesia ingin mengurangi ketergantungan pada pemain asing dan meningkatkan kualitas sepak bola nasional secara menyeluruh. (Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....