Situasi Tak Ideal Arema Menjelang Laga Krusial Versus Malut United
- 30 Mar 2026 15:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Arema FC menghadapi situasi tidak ideal menjelang laga kontra Maluku Utara (Malut) United pada 3 April mendatang. Selain performa yang belum konsisten sepanjang musim, absennya sejumlah pemain asing dinilai semakin memperbesar tantangan bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Pengamat sepak bola dari Universitas Negeri Malang, Dr. Mu’ariffin, menilai performa Arema sepanjang musim ini memang belum sesuai harapan. Hal itu terlihat dari hasil pertandingan, termasuk saat bermain di kandang sendiri.
“Secara empiris, pengalaman tahun ini memang Arema belum sesuai dengan keinginan. Bukti paling nyata adalah ketika main di kandang seringkali kalah,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa Senin 30 Maret 2026.
Menurut dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UM ini, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh tim, baik dari segi teknis maupun nonteknis.
Di sisi lain, absennya sejumlah pemain asing semakin memperberat situasi. Mu’ariffin menyebut ketergantungan terhadap pemain asing di tubuh Arema cukup tinggi, baik dari segi komposisi maupun kontribusi di lapangan.
“Dari regulasi saja kita tahu sekarang boleh mencantumkan banyak pemain asing. Ditambah lagi, rata-rata kemampuan pemain asing memang di atas pemain lokal, sehingga ketergantungan itu sangat terasa,” jelasnya.
Ketergantungan tersebut menjadi persoalan ketika pemain asing tidak dapat diturunkan. Dalam laga mendatang, setidaknya lima pemain asing dipastikan absen akibat cedera maupun akumulasi kartu.
“Ini menjadi masalah internal bagi Arema, karena pemain asing yang menjadi tulang punggung tidak bisa dimainkan,” tambahnya.
Tak hanya itu, lini serang Arema juga terancam kehilangan daya gedor. Top skor tim yang selama ini menyumbang mayoritas gol berasal dari pemain asing.
“Kalau top skornya bermasalah, otomatis harus ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya. Itu tidak mudah,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Mu’ariffin menilai Arema perlu menyesuaikan strategi permainan. Alih-alih tampil ofensif, pendekatan bertahan dengan mengandalkan serangan balik dinilai lebih realistis.
“Menurut saya, lebih baik tidak terlalu ofensif. Kita gunakan strategi bertahan dengan counter attack, menyesuaikan kondisi skuad yang terbatas,” ujarnya. (Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....