Legenda Arema Malang Kuncoro Meninggal Dunia

  • 18 Jan 2026 19:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Peringatan satu abad Stadion Gajayana yang semestinya berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan berubah menjadi kabar duka. Kuncoro, sosok legendaris sepak bola Malang yang juga menjabat Asisten Pelatih Arema FC, meninggal dunia akibat serangan jantung di sisi lapangan stadion yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Kepergian Kuncoro menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Arema FC dan Aremania, tetapi juga bagi dunia sepak bola nasional. Ia menghembuskan napas terakhir tak lama setelah terlibat dalam momen reuni emosional bersama rekan-rekan lamanya di lapangan hijau.

Pada Minggu (18/1/2026), Kuncoro terlihat bersemangat mengikuti Laga Charity peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana. Ia tampil pada babak pertama dan bermain bersama para legenda sepak bola Malang lainnya, di antaranya Siswantoro, Hermawan, Doni Suherman, serta sejumlah mantan pemain lainnya.

Aksi Kuncoro di lapangan menghadirkan nostalgia bagi penonton. Sentuhan bolanya yang khas dan gaya bermainnya masih memancarkan ciri Malangan yang kuat. Tak seorang pun menyangka, penampilan tersebut menjadi kontribusi terakhirnya bagi publik sepak bola Malang.

Setelah menyelesaikan babak pertama, Kuncoro beristirahat di bangku cadangan. Beberapa saat kemudian, suasana mendadak berubah. Ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri, memicu kepanikan di sekitar lapangan.

Pertandingan pun segera dihentikan. Tim medis langsung memberikan penanganan darurat sebelum Kuncoro dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Namun upaya tersebut tidak mampu menyelamatkannya, dan Kuncoro dinyatakan meninggal dunia.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian sosok yang menurutnya berpulang terlalu cepat. Ia mengenang Stadion Gajayana sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup Kuncoro.

“Kami semua sangat terkejut dan berduka. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat ia menumbuhkan mimpi di masa muda. Dan di stadion yang sama, pada peringatan 100 tahun ini, Allah memanggilnya pulang saat ia sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya,” ujar Yusrinal.

Ia menegaskan bahwa dedikasi dan loyalitas Kuncoro terhadap Arema FC merupakan warisan yang tidak tergantikan.

“Beliau berpulang di tempat yang menjadi rumahnya sendiri. Selamat jalan, legenda. Kesetiaanmu akan selalu dikenang,” tuturnya.

Wafatnya Kuncoro menandai kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia. Pribadinya yang humoris, tegas, dan penuh kebersamaan akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenalnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....