Dua Hari Hilang, Pria di Blitar Ditemukan Tewas Mengapung
- 23 Sep 2024 19:23 WIB
- Malang
KBRN, Blitar : Seorang pria berinisial MLY (81) warga Kelurahan Jegu Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar yang sempat dilaporkan menghilang selama dua hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas mengapung di Bendungan Serut atau Bendungan Lodoyo Perum Jasa Tirta 1 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, pada pukul 08.00 WIB, Senin (23/9/2024).
Kapolsek Lotim (Lodoyo Timur) Polres Blitar AKP Nur Wasis mengatakan awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang temuan mayat mengapung dengan kondisi tengkurap tanpa busana dan tanda identitas didepan pintu air bendungan nomor 5 Perum Jasa Tirta 1 Lodoyo Kelurahan Kembangarum Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Kemudian, petugas mendatangi lokasi dengan dibantu masyarakat melakukan evakuasi terhadap mayat pria tersebut dan dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan visum.
"Jadi, tadi kami mendapat informasi dari masyarakat adanya temuan mayat pria tanpa identitas dan busana. Kami melakukan pengecekan dan dilakukan oleh TKP, lalu dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar," kata dia, Senin (23/9/2024).
Kemudian saat berada di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar datang dua orang warga Kelurahan Jegu bernama Suprihatin dan Sigit Ratriawan bersama dengan perangkat desa untuk melihat mayat pria tersebut, karena selama dua hari terakhir ada satu orang anggota keluarganya yang menghilang.
AKP Nur Wasis menerangkan, setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kesehatan dinyatakan mayat pria tersebut merupakan MLY (81) yang merupakan salah satu anggota keluarga yang dilaporkan menghilang sejak dua hari lalu. Dengan ciri ciri, tanda mayat pria yang berhasil dikenali seperti cambang panjang kanan kiri menyambung sampai ke janggut, bahu sebelah kiri ada bulunya, kuku kaki panjang, dan bulu pada kaki panjang.
"Setelah diidentifikasi, ternyata mayat pria ini merupakan salah satu anggota keluarga dari Suprihatin dan Sigit Ratriawan. Dengan ada beberapa ciri ciri yang berhasil dikenali," terangnya.
AKP Nur Wasis menambahkan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, MYL mengalami demensia atau pikun. Biasanya sering pergi dari rumah, tetapi lupa dengan jalan rumah, serta mengalami kebingungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....