Sepekan Pasca Kebakaran, Pedagang dan Warga Bersih-Bersih Pasar Desa Kepulungan
- 05 Okt 2026 18:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Pasca kejadian kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak dan kios sepekan lalu, Pasar Desa Kepulungan di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, mulai dibersihkan.
Meski begitu aktifitas perekonomian pasar desa ini tetap jalan terus. Pedagang yang lapak dan kiosnya tidak ikut terbakar, tetap berjualan.
"Pembersihan lapak dan kiosnya yang terbakar, dilakukan mulai hari ini. Dilakukan hingga beberapa hari kedepan, targetnya maksimal satu pekan sudah selesai," kata Nur, salah seorang pedagang sayuran yang lapaknya terbakar.
Untuk puing dari lapak dan kios yang terbakar masih bisa digunakan, selanjutnya akan dijual rongsokan. Sedangkan yang sudah tidak bisa dipilah maupun dijual, segera dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Kemarin sudah saya sampaikan, untuk puing-puing yang masih bisa dijual biar dijual. Yang tidak bisa dijual, diangkut ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," ungkapnya.
"Pembersihan material lapak dan kios yang terbakar ini dilakukan agar lebih bersih. Sekaligus juga persiapan pembangunan kembali lapak dan kios semipermanen, yang akan dianggarkan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT), sekarang dalam proses dan masih menunggu,” tandasnya.
Seperti yang terlihat pada Senin (5/10/2026), para pedagang pasar dengan dibantu warga sekitar terlihat bergotong royong membersihkan puing-puing, sisa kebakaran.
Hadir di sana Pemdes Kepulungan, relawan dari FPRB Kecamatan Gempol dan PAC Ansor Gempol yang juga ikut bahu membahu membantu upaya pembersihan pasar agar segera pulih dan beroperasi kembali.
Menggunakan peralatan manual, seperti cangkul dan sekrop, satu persatu barang dan puing sisa kebakaran dikeluarkan dari lapak dan kios yang terbakar.
Menggunakan peralatan manual, seperti cangkul dan sekrop, satu persatu barang dan puing sisa kebakaran dikeluarkan dari lapak dan kios yang terbakar.
Meski begitu aktifitas perekonomian pasar desa ini tetap jalan terus. Pedagang yang lapak dan kiosnya tidak ikut terbakar, tetap berjualan.
"Pembersihan lapak dan kiosnya yang terbakar, dilakukan mulai hari ini. Dilakukan hingga beberapa hari kedepan, targetnya maksimal satu pekan sudah selesai," kata Nur, salah seorang pedagang sayuran yang lapaknya terbakar.
Untuk puing dari lapak dan kios yang terbakar masih bisa digunakan, selanjutnya akan dijual rongsokan. Sedangkan yang sudah tidak bisa dipilah maupun dijual, segera dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat berharap kepada para pedagang untuk bisa memilah dan memilih jikalau masih ada puing-puing yang bisa dijual maupun tidak bisa.
"Kemarin sudah saya sampaikan, untuk puing-puing yang masih bisa dijual biar dijual. Yang tidak bisa dijual, diangkut ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," ungkapnya.
Ditanya soal bersih-bersih kios dan lapak, Samsul meyakinkan para pedagang bahwa pemulihan akan cepat dilakukan. Bahkan, Pemkab Pasuruan menurutnya juga telah menyiapkan sejumlah rencana, mulai dari pembangunan kembali lapak dan kios semi permanen sampai bantuan tidak terduga (BTT).
"Pembersihan material lapak dan kios yang terbakar ini dilakukan agar lebih bersih. Sekaligus juga persiapan pembangunan kembali lapak dan kios semipermanen, yang akan dianggarkan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT), sekarang dalam proses dan masih menunggu,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....