Gempa Malang dan Lumajang Tak Saling Berkaitan
- 05 Okt 2026 14:14 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - BMKG memastikan dua gempa bumi yang dirasakan masyarakat Jawa Timur pada Minggu (4/10/2026) malam dan Senin (5/10/2026) pagi merupakan kejadian berbeda dan tidak saling berkaitan.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan kedua gempa tersebut merupakan aktivitas tektonik yang lazim terjadi di Indonesia, khususnya Jawa Timur yang berada di kawasan aktif pergerakan lempeng bumi.
Menurut Ricko, gempa pertama terjadi pada Minggu (4/10/2026) pukul 19.36 WIB dengan magnitudo 4,6 dan kedalaman 35 kilometer. Episenternya berada sekitar 139 kilometer tenggara Kabupaten Malang.
Sementara itu, gempa kedua terjadi pada Senin (5/10/2026) pukul 09.16 WIB dengan magnitudo 4,4 dan kedalaman 76 kilometer. Episenternya berada sekitar 133 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang.
“Adapun apakah kedua gempa ini saling berkaitan, dilihat dari kedalamannya dan sumber penyebab kejadian gempa buminya, kedua gempa ini adalah gempa yang berbeda,” kata Ricko, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan gempa Malang dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut selatan Jawa Timur, sedangkan gempa Lumajang berasal dari aktivitas subduksi atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia.
Meski memiliki sumber berbeda, kedua gempa tersebut hanya menimbulkan getaran yang dirasakan masyarakat di beberapa wilayah dan tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG terus melakukan pemantauan untuk memastikan perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....