Gempa M4,6 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

  • 04 Okt 2026 20:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya pada Minggu (4/10/2026) pukul 19.36 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada di laut, sekitar 139 kilometer tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,6 pada kedalaman 35 kilometer. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,38 derajat Lintang Selatan dan 112,76 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 139 kilometer tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur,” kata Ricko dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Menurut Ricko, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, getaran gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, gempa dirasakan di Malang dan Lumajang dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Sementara itu, warga di Tulungagung, Blitar, dan Jember melaporkan merasakan getaran dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Hingga pukul 20.07 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian tersebut.

Ricko mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta memperoleh informasi kegempaan hanya melalui kanal resmi BMKG.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujarnya.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya guna memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....