Tanam Pohon Jadi Media Pendidikan Karakter Santri PPSN VI
- 04 Okt 2026 20:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penanaman 1.000 pohon oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama santri Pramuka peserta PPSN VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan penghijauan.
Khofifah menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana membangun kebiasaan dan karakter santri untuk peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, kecintaan terhadap alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai pengetahuan.
“Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi kebiasaan,” kata Khofifah. Minggu (4/10/2026).
Ia menilai proses merawat pohon dapat mengajarkan nilai kesabaran dan tanggung jawab kepada para santri. Setelah menanam, para santri diharapkan memahami bahwa pohon membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat.
“Kalau mereka menanam sendiri, mereka akan melihat pohonnya tumbuh. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab,” ujarnya.
Khofifah berharap pengalaman tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan PPSN. Para santri diharapkan membawa kebiasaan menjaga lingkungan itu kembali ke pesantren maupun daerah asal masing-masing.
“Cinta lingkungan salah satunya dengan menanam. Hari ini mereka menanam, kemudian merawatnya, dan mudah-mudahan kebiasaan itu mereka bawa kembali ke pesantren dan lingkungan masing-masing,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah secara simbolis menanam pohon maja. Sementara titik penanaman pohon lainnya diserahkan kepada pengasuh pesantren dengan mempertimbangkan kondisi lahan.
Sebagai informasi sebanyak 1.000 pohon yang ditanam terdiri dari 300 mangga, 300 pule, 300 tabebuya, dan 100 maja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....