BPBD Kabupaten Malang Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
- 01 Okt 2026 11:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus memperkuat penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Hingga Rabu (30/9/2026), BPBD mendistribusikan 101.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak krisis air di enam kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, distribusi air bersih dilakukan sebagai bagian dari masa tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.
"Penyaluran air bersih pada 30 September 2026 dilakukan menggunakan enam armada dengan total 21 rit pengiriman. Distribusi menyasar sejumlah desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak," ucap Sadono, Kamis (1/10/2026).
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, BPBD menyalurkan 5.000 liter air ke Desa Sumberagung, 25.000 liter ke Desa Sitiarjo, 15.000 liter ke Desa Kedungbanteng, serta 5.000 liter untuk Puskesmas Sitiarjo.
Sementara di Kecamatan Donomulyo, bantuan 10.000 liter air dikirim ke Desa Tulungrejo.
Adapun di Kecamatan Kalipare, distribusi dilakukan ke Desa Kalirejo sebanyak 4.900 liter dan Desa Sumberpetung sebanyak 15.000 liter. Sedangkan di Kecamatan Pagak, BPBD menyalurkan 8.000 liter air bersih untuk warga Desa Pagak.
Sadono menjelaskan, hingga akhir September 2026 terdapat 13 desa di enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 5.702 kepala keluarga atau sekitar 17.230 jiwa.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, total distribusi air bersih sejak 8 Agustus hingga 30 September 2026 telah mencapai 3.324.950 liter.
Selain melakukan distribusi air bersih, BPBD juga terus memantau potensi kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk Desa Sumberagung, Kedungbanteng, dan Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila terjadi kesulitan akses air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....