Siswa SD Baitul Makmur Kenalkan Budaya Indonesia ke Peserta I-YES
- 01 Okt 2026 11:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Siswa SD Islam Baitul Makmur Malang berkesempatan mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta Cultural Exchange Program International Youth-Enhancing (I-YES) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan yang mengusung tema “Voices Across Cultures: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”tersebut mempertemukan siswa dengan 18 peserta internasional dan sembilan mahasiswa dalam negeri, serta dosen dan staf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Total peserta mencapai 44 orang.
Interaksi lintas budaya berlangsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari ceramic painting, berbagi bahasa dan tradisi dalam intercultural talk, hingga permainan tradisional Indonesia.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penampilan siswa SD Islam Baitul Makmur melalui busana dan tari tradisional yang dipadukan dengan unsur tari modern.
Guru tari SD Islam Baitul Makmur, Lissa Marwina mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.
“Senang sekali karena dapat memperkenalkan ragam budaya Indonesia di kancah internasional lewat peragaan busana tradisional dan tari tradisional yang dikombinasikan dengan tari modern,” ujarnya.
Sebanyak 15 siswa dari kelas 2 hingga kelas 5 mengikuti penampilan tari tersebut. Mereka terdiri dari Delisha, Alena, Zanetha, Nasywa, Allena, Almyra, Shezan, Fira, Icis, Addina, Reva, Yasmine, Atta, Yasmin, dan Althaf.
Kepala SD Islam Baitul Makmur, Dr. Hj. Pancayani Dinihari, M.Pd., mengatakan kegiatan pertukaran budaya tersebut diharapkan membuka wawasan siswa tentang kehidupan masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam.
Menurutnya, interaksi langsung dengan peserta internasional dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini agar anak-anak mendapatkan pengetahuan yang luas, akhlak yang baik, rasa percaya diri, kepedulian, dan wawasan internasional. Mereka bisa saling belajar, saling menghargai, dan saling berkolaborasi,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari wali murid. Ia menilai interaksi antara siswa dan peserta internasional dapat menjadi pengalaman yang memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat dari berbagai negara.
Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan pertukaran budaya, tetapi dapat membangun hubungan persahabatan lintas negara di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan I-YES, siswa tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga terlibat langsung dalam proses mengenal bahasa, tradisi, dan budaya dari peserta yang datang dari berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....