Tim Gabungan Terus Pantau Karhutla di Gunung Kawi
- 30 Sep 2026 14:18 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang — Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Hingga Selasa 29 September 2026 malam, Sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, sementara penanganan masih difokuskan di kawasan Puncak Pitrang Blok Sapen.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui sejumlah pos pantau, di antaranya Merkusi Precet, Kraton Gunung Kawi, Dalisodo, dan Bukit Jabal.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui sejumlah pos pantau, di antaranya Merkusi Precet, Kraton Gunung Kawi, Dalisodo, dan Bukit Jabal.
" Di Pos Pantau Merkusi Precet, Desa Sumbersuko, sebanyak tujuh personel dari Polsek Wagir, Koramil, Perhutani dan Pos Wisata Pendakian Batu Tulis melakukan pemantauan. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda api dan kondisi dinyatakan padam, "kata Sadono Rabu (30/9/2026).
Sementara di Pos Pantau Via Kraton Gunung Kawi, tim masih memantau kebakaran di Petak 193 Puncak Pitrang Blok Sapen dan Waruan. Kebakaran juga ditemukan di kawasan hutan pinus Petak 160 B-1 RPH Gendogo.
Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus membuat ilaran di Petak 160 B-1. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 0,7 hektare. Pemadaman melibatkan 26 personel dari warga Kampung Baru, Desa Wonosari, bersama Perhutani.
"Kondisi api di Petak 160 B-1 sudah padam. Namun, pemantauan dan penanganan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ujarnya.
Ditegaskan, Berdasarkan hasil pemantauan wilayah BKPH Kepanjen, total luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 405,5 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Wagir sekitar 366 hektare, Ngajum 22 hektare, Wonosari 5 hektare, dan Kecamatan Dau 12,5 hektare.
Tim BKPH Kepanjen merekomendasikan agar kegiatan observasi dan pemantauan tetap dilakukan meskipun pos lapangan telah dicabut.
"Walaupun pos lapang sudah dicabut, pos pantau tetap melakukan observasi, pemantauan dan pemadaman secara berkelanjutan," ujarnya.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, LMDH, Masyarakat Peduli Api, relawan, pengelola pos pendakian, juru kunci Kraton Gunung Kawi, serta sejumlah pihak swasta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....