Ahmad Basarah saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Penguatan Relawan Pancasila di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Selasa (29/9/2026).(Foto: dok. UNIRA Malang)
RRI.CO.ID, Malang - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperkuat peran Relawan Pancasila di tengah derasnya arus informasi digital. Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Relawan Pancasila di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ahmad Basarah sebagai pembicara utama. Ia menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Pancasila, terutama di kalangan generasi muda dan lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Ahmad Basarah, Relawan Pancasila memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Relawan tidak cukup hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga diharapkan menjadi teladan sekaligus mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Pancasila harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Basarah.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan bagi kehidupan kebangsaan. Informasi yang tidak terverifikasi, intoleransi, polarisasi, serta menurunnya kepedulian terhadap kehidupan bersama menjadi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi melalui penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
UNIRA Dorong Kampus Jadi Ruang Penguatan Karakter Kebangsaan
Rektor UNIRA Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, M.Si., Ph.D., menyambut baik kegiatan penguatan Relawan Pancasila tersebut.
Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung cepat dan mudah diakses masyarakat, khususnya generasi muda dan Generasi Z.
“UNIRA Malang menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk terus menguatkan ideologi Pancasila. Di tengah arus teknologi informasi yang semakin cepat dan mudah diakses, terutama oleh Generasi Z, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting,” ujar KH. Imron Rosyadi Hamid.
Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki peran dalam membangun karakter kebangsaan.
“Kami mendukung berbagai upaya yang terus dilakukan untuk memperkuat ideologi Pancasila. Kampus harus menjadi ruang untuk membangun tradisi berpikir kritis, dialog, toleransi, sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki ruang strategis untuk pendidikan, dialog, dan pengembangan gagasan kebangsaan. Relawan Pancasila diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang mendorong persatuan serta kesadaran masyarakat mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Ahmad Basarah juga mengingatkan bahwa pengamalan Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan di UNIRA Malang, BPIP mendorong terbentuknya jejaring relawan yang tidak hanya memahami ideologi Pancasila, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat gotong royong, persatuan, toleransi, kepedulian sosial, dan wawasan kebangsaan, sekaligus mendorong generasi muda berperan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Basarah, S.H., M.H., Anggota Komisi XIII DPR RI; Sekretaris Utama sekaligus Pelaksana Tugas Deputi Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Dr. Tony Agung Arifianto, S.E., M.A.; serta Rektor UNIRA Malang KH. Imron Rosyadi Hamid, Ph.D.