Sopir Angkot Malang Tuntut Transparansi Program Trans Jatim Koridor 1

  • 28 Sep 2026 18:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Paguyuban sopir angkot Malang Raya kembali menyuarakan keberatan terhadap pelaksanaan Trans Jatim Koridor 1. Mereka menilai proses perumusan program belum melibatkan seluruh sopir angkot yang terdampak.

Ketua FRONT ASAM (Aliansi Sopir Angkutan Malang Raya), Budi Andrianto, mengatakan persoalan Koridor 1 telah dipersoalkan para sopir sejak Juli 2026. Menurutnya, dari 15 jalur angkot yang ada, sebagian besar sopir disebut belum dilibatkan dalam pembahasan program.

“Di sini ada total 494 sopir angkot Malang Raya yang tidak pernah dilibatkan dalam perumusan Koridor 1,” ujar Budi, Senin 28 September 2026.

Budi menyebut para sopir meminta pemerintah membuka secara jelas blueprint program Trans Jatim, termasuk mekanisme pelibatan angkot dalam Koridor 1, 2, dan 3.

Selain itu, massa meminta realisasi hasil pertemuan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur pada 29 Juli 2026 yang sebelumnya disebut akan ditindaklanjuti.

Mereka juga meminta dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan Koridor 1 diusut serta seluruh sopir angkot Malang Raya dilibatkan dalam program pemerintah.

“Maunya teman-teman terbuka semua. Seperti apa program Trans Jatim itu, baik dari Koridor 1, 2, 3 dan pelibatan angkot ini harus seperti apa,” kata Budi.

Budi menegaskan, para sopir tidak menolak kebijakan transportasi publik, namun meminta pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak mengabaikan keberadaan dan penghidupan sopir angkot.

Hingga aksi berlangsung, Budi mengatakan sejumlah tuntutan tersebut masih belum mendapatkan kejelasan realisasi. Para sopir mengaku akan kembali melakukan aksi apabila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah dan DPRD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....