Pameran Foto PFI Soroti Tanah, Pangan, dan Harapan di Kota Malang

  • 24 Sep 2026 22:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pameran foto bertema “Tanah, Pangan, dan Harapan” mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang. Pameran yang digelar pewarta foto ini dinilai mampu menghadirkan sudut pandang berbeda tentang proses pangan dan kehidupan masyarakat yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan foto-foto yang dipamerkan menggambarkan berbagai proses di balik kehidupan sehari-hari, termasuk perjuangan petani dalam menghasilkan pangan.

“Di sini kita bisa melihat banyak potret tentang tema besar hari ini, yaitu Tanah, Pangan, dan Harapan. Ada proses-proses yang selama ini mungkin terlupakan dari pemikiran kita sehari-hari,” kata Amithya, Kamis 24 September 2026

Menurutnya, sejumlah karya bahkan mampu menggugah emosi karena menampilkan realitas kehidupan masyarakat dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu foto yang menarik perhatiannya adalah potret tungku, selain foto yang menggambarkan aktivitas pertanian dan persawahan.

Amithya menyoroti kondisi lahan pertanian di Kota Malang yang semakin terbatas. Jumlah petani juga tidak banyak, namun sebagian masih terus bertahan menggarap lahan mereka.

“Terutama padi tadi, di Kota Malang bahwa tinggal sedikit memang lahannya dan para petaninya juga tidak banyak lagi. Tinggal sedikit tapi tetap semangat sampai lansia, senja,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten 2 Pemkot Malang, Dyah Ayu, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran tersebut.

Menurutnya, Wali Kota Malang bahkan berencana memberikan ruang bagi pewarta foto untuk menggelar lomba dengan mengambil lokasi khusus di Kota Malang.

“Pak Wali Kota memberikan apresiasi yang sangat luar biasa terhadap terselenggaranya pameran pewarta foto hari ini. Beliau bahkan mengagendakan satu kesempatan lagi nanti ada lomba khusus pewarta foto yang lokusnya di Kota Malang,” kata Dyah.

Dyah menilai tema “Tanah, Pangan, dan Harapan” relevan dengan isu strategis perkotaan, khususnya ketahanan pangan. Menurutnya, pangan yang sampai ke meja masyarakat melewati proses panjang yang tidak selalu terlihat.

“Pangan itu nggak semudah itu dapatnya. Ada proses panjang, ada menanam, ada memetik, ada memancing. Nggak sekadar langsung beli di pasar, tapi ada proses panjang di belakangnya,” jelasnya.

Ia berharap pameran foto tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya jurnalistik visual, tetapi juga membuka kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tanah, pangan, serta orang-orang yang berada di balik proses penyediaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....