Gudang Selepan Padi di Blitar Dibobol, Hampir 1 Ton Beras Dibawa Kabur
- 21 Sep 2026 18:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Hampir satu ton beras milik seorang pemilik selepan padi di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, hilang setelah gudang penyimpanan dibobol pencuri.
Beras tersebut milik Tarwiyono (63), warga setempat. Total kerugian akibat pencurian yang diperkirakan terjadi pada Minggu pekan lalu itu mencapai sekitar Rp12 juta.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian setelah video kondisi gudang yang dibobol beredar di media sosial.
Tarwiyono mengatakan, pencurian kemungkinan berlangsung saat kondisi sekitar lokasi sepi. Malam hari, selepan padi biasanya dijaga oleh anaknya. Sementara Tarwiyono memilih tidur di rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.
Anaknya disebut baru beristirahat sekitar pukul 01.00 WIB. Dari perkiraan waktu tersebut, aksi pencurian diduga berlangsung sekitar setengah jam kemudian.
"Kalau kejadiannya saya perkirakan sekitar pukul 01.30 WIB. Anak saya kan baru tidur sekitar pukul 01.00 WIB," kata Tarwiyono saat ditemui di selepan padinya, Senin (21/9/2026).
Dari hasil pengamatan terhadap kondisi gudang, pelaku diduga memanfaatkan bagian tembok samping yang sebelumnya telah mengalami kerusakan.
Tembok bagian belakang tersebut diketahui sudah ambrol sekitar separuh bagian. Lokasi gudang juga cukup terbuka karena berada di tepian jalan menuju area persawahan dan berbatasan langsung dengan sawah.
Pelaku kemudian diduga merusak bagian dinding gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan beras. Di dalam gudang saat kejadian terdapat sekitar dua ton beras yang telah dikemas menggunakan zak berukuran 25 kilogram.
Namun, pencuri hanya membawa sebagian dari stok tersebut. Jumlah beras yang hilang diperkirakan hampir satu ton.
"Kalau melihat kondisi tempatnya, kemungkinan pelakunya lebih dari satu. Saya memperkirakan minimal empat orang. Kemungkinan juga menggunakan mobil pikap untuk mengangkut beras," ujarnya.
Tarwiyono mengatakan, dirinya tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia memilih melakukan pengamanan secara mandiri agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sejumlah langkah langsung dilakukan setelah pencurian. Salah satunya dengan memasang kamera CCTV di beberapa titik di sekitar tempat selepan padi.
Ia juga memperbaiki bagian gudang yang sebelumnya menjadi akses masuk pelaku. Tembok yang ambrol ditutup menggunakan betek atau anyaman bambu.
Selain itu, stok beras yang sebelumnya disimpan di gudang belakang kini dipindahkan ke ruangan bagian depan yang dinilai lebih mudah diawasi.
"Sekarang beras saya pindah ke ruang depan. Saya juga pasang CCTV di beberapa titik. Dinding yang ambrol saya tutup. Selama ini baru pertama kali tempat selepan saya mengalami kejadian seperti ini," kata Tarwiyono.
Ia berharap penambahan pengamanan tersebut dapat mencegah terjadinya pencurian kembali, mengingat lokasi selepan berada di kawasan yang cukup sepi ketika malam hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....