Wanita Meninggal saat Jeda Karnaval Sound, Polisi : Ada Riwayat Penyakit
- 21 Sep 2026 18:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Karnaval sound di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar diwarnai insiden seorang penonton meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026). Korban diketahui seorang perempuan berinisial YP (45) warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Dalam hal ini, polisi memastikan yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena suara sound karnaval, melainkan memiliki riwayat penyakit.
Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution mengatakan berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, korban memiliki riwayat penyakit. Peristiwa tersebut terjadi saat karnaval sedang berhenti atau break untuk salat magrib.
"Yang bersangkutan (korban) memang punya riwayat penyakit. Korban melihat karnaval bersama suami. Saat kejadian, karnaval sedang break salat magrib," kata AKBP Ardhy, Senin (21/9/2026).
AKBP Ardhy juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan ketentuan yang berlaku saat menggelar kegiatan karnaval sound. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan harus tetap memperhatikan ketertiban dan kondisi lingkungan sekitar.
Terkait kegiatan karnaval sound, AKBP Ardhy menyebut telah ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur batasan dalam pelaksanaannya.
"Kami sampaikan ke masyarakat agar menyesuaikan dengan aturan yang ada saat mengadakan acara karnaval," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni menjelaskan saat korban mengalami kondisi tersebut, karnaval sedang dalam kondisi berhenti dan tidak ada musik dari sound peserta yang dimainkan.
"Saat kejadian, karnaval sedang break (off) salat magrib dan tidak ada bunyi musik dari peserta karnaval," kata Aiptu Muheni.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama suaminya datang untuk menyaksikan karnaval sound sekitar pukul 16.00 WIB.
Kemudian, sekitar pukul 17.45 WIB saat karnaval berhenti untuk jeda salat magrib, korban kemudian melaksanakan salat di sebuah musala di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Usai salat, korban duduk untuk berdoa dalam kondisi masih mengenakan mukena. Tiba-tiba korban jatuh, mengalami kejang dan tidak sadarkan diri.
Suami korban bersama warga kemudian berusaha memberikan pertolongan. Mereka juga menghubungi tim kesehatan dari Puskesmas Kademangan untuk melakukan pemeriksaan.
"Setelah diperiksa, denyut nadi korban disebut lemah dan korban masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dibawa ke RS Medika Utama Kanigoro untuk mendapatkan penanganan medis," terangnya.
Namun, sekitar pukul 18.40 WIB, petugas rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
Aiptu Muheni menambahkan berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit kista dan diindikasikan juga mengalami sakit jantung.
"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....