Sebanyak 4.028 Peserta Pecahkan Rekor MURI Pelatihan BHD

  • 21 Sep 2026 03:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 4.028 mahasiswa dan pelajar SMA/SMK di Kota Malang mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara serentak, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang digelar Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS Dr. Soepraoen bersama Kesdam V/Brawijaya dan Komunitas Relawan Emergency Kesehatan Indonesia (KREKI) tersebut berhasil memecahkan rekor MURI.

Jumlah peserta itu melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.053 peserta. Peserta terdiri dari lebih dari 3.000 mahasiswa ITSK RS Dr. Soepraoen dan sekitar 1.000 pelajar dari 10 SMA/SMK di Kota Malang.

Rektor ITSK RS Dr. Soepraoen, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua., mengatakan kemampuan memberikan pertolongan pertama penting dikuasai masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kesalahan dalam penanganan awal dapat memperkecil peluang korban kecelakaan untuk mendapatkan pertolongan yang tepat sebelum memperoleh penanganan medis.

“Banyak korban kecelakaan tidak tertolong akibat kekeliruan penanganan awal oleh orang terdekat di lokasi. Anak-anak muda yang sangat aktif di jalanan ini harus menguasai BHD agar mampu memberikan pertolongan yang tepat pada menit-menit krusial,” ujarnya.

Pelatihan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Peserta mendapatkan materi dari tim KREKI, kemudian mengikuti simulasi kompresi dada dan penanganan cedera fisik.

Rangkaian kegiatan juga terhubung melalui konferensi video dalam proses pemecahan rekor MURI. Seluruh tahapan pelatihan disiapkan untuk memenuhi ketentuan verifikasi rekor.

Kepala Kesehatan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Ckm dr. Nindra Prasadja, Sp.U., mengapresiasi keterlibatan ribuan mahasiswa dan pelajar dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Ns. Amin Zakaria, M.Kes., bersama PIC Pemecahan Rekor MURI ITSK, Ns. Alfunnafi' Fahrul Rizzal, M.Kep., Sp.Kep.J., memastikan pelaksanaan pelatihan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Selain mencatatkan rekor, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterampilan pertolongan pertama di kalangan generasi muda. Kemampuan BHD diharapkan dapat digunakan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum korban mendapatkan pertolongan tenaga medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....