BEI Dorong Media Perkuat Literasi Investasi Masyarakat
- 17 Sep 2026 00:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta mendorong media massa memperkuat literasi investasi masyarakat. Media dinilai memiliki peran penting dalam membantu publik memahami mekanisme pasar modal dan menjadi investor yang aktif serta berkualitas.
Direktur Pengembangan Riset BEI Iding Pardi mengatakan, pertumbuhan jumlah investor perlu diikuti peningkatan pengetahuan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31,14 juta pada akhir Agustus 2026 atau tumbuh 52,9 persen secara year to date cite.
“Tidak hanya bicara jumlah saja, tapi kita ingin mereka juga investor yang aktif bertransaksi, yang *knowledgeable*, yang punya pengetahuan sebagai investor yang berkualitas,” ujar Iding saat menerima kunjungan media dari Malang di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. Rabu, 16 September 2026.
Menurut dia, BEI bersama OJK terus menggelar sosialisasi dan edukasi pasar modal di berbagai daerah. Dalam upaya tersebut, media menjadi salah satu ujung tombak untuk menyampaikan informasi investasi kepada masyarakat.
Iding menjelaskan, gedung BEI merupakan pusat berbagai kegiatan pasar modal, seperti pencatatan saham perdana atau *initial public offering* (IPO), kegiatan edukasi, serta berbagai agenda pasar modal lainnya.
Ia mengatakan, meskipun transaksi saham saat ini dilakukan secara daring melalui komputer dan telepon seluler, BEI tetap menjadi pusat kegiatan pasar modal Indonesia.
| Baca juga: Kemerdekaan Digital Butuh Literasi dan Etika |
“Di sinilah listing perusahaan dari seluruh Indonesia dari berbagai industri yang sekarang jumlahnya hampir 1.000 perusahaan,” katanya.
Iding menambahkan, pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi kinerja perusahaan. Kebijakan pemerintah, inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah, kondisi makroekonomi, dan kebijakan negara lain turut memengaruhi sentimen pasar.
“Kalau harga saham naik, ekspektasinya baik. Kalau turun, sebenarnya ekspektasinya agak suram, meskipun itu banyak faktor,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....