Bupati Malang Minta Anggaran Desa Berorientasi Manfaat bagi Warga

  • 16 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Bupati Malang M. Sanusi meminta pemerintah desa memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran.

Pesan tersebut disampaikan Sanusi saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala desa se-Kabupaten Malang di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang, Rabu (16/9/2026).

Sanusi mengatakan, program desa harus disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kepala desa diminta memahami persoalan sosial, potensi ekonomi, serta kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai ada program yang hanya sekadar menghabiskan anggaran, tetapi tidak memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Bangun budaya bahwa setiap rupiah anggaran desa harus dapat dijelaskan manfaat dan hasilnya bagi masyarakat,” ujar Sanusi.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Malang juga membahas sejumlah persoalan desa. Di antaranya penanganan anak tidak sekolah, pemutakhiran data kemiskinan, percepatan penanganan stunting, serta pembaruan data pengangguran.

Sanusi meminta data kemiskinan diperbarui secara akurat agar program intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Menurut dia, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat untuk keluar dari kondisi tersebut.

Persoalan pengangguran juga menjadi perhatian. Pemerintah desa didorong memetakan keterampilan warga dan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi lapangan kerja.

Potensi tersebut antara lain pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Jangan sampai anak-anak muda desa kita harus meninggalkan desa karena tidak melihat adanya peluang ekonomi di tempat tinggalnya sendiri,” kata Sanusi.

Selain ekonomi, Sanusi meminta setiap desa memiliki inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Inovasi tersebut dapat diterapkan dalam pelayanan administrasi, pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, pariwisata, hingga peningkatan pendapatan asli desa.

Sanusi juga menekankan kebersihan lingkungan dan penerapan Eco Office di kantor desa. Penerapannya dapat dimulai dari penghematan listrik dan air, pengurangan penggunaan kertas, pemilahan sampah, serta penghijauan lingkungan kantor.

Rapat tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Malang Budiar, Kepala Bappeda Tomie Herawanto, seluruh camat, kepala desa, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....