Ketua PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sosialisasikan PAREEDI ke Sekolah

  • 16 Sep 2026 17:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo goes to school, Rabu (16/9/2026).

Istri Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo ini berkunjung ke SMAN I Purwosari untuk mensosialisasikan PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) di hadapan ratusan pelajar di sekolah tersebut.

Menurutnya, PAAREDI adalah program edukasi dari Tim Penggerak PKK untuk membekali orang tua dan kader dalam membimbing anak di tengah perkembangan teknologi.

Dalam prakteknya, PAREEDI dijabarkan dalam tiga program penting , yakni KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) dan KRISAN (Keluarga Indonesia Sehat Anti Narkoba).

Untuk KISAK, PKK dibantu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pasuruan melaksanakan aktifasi data kependudukan untuk para pelajar yang sudah berusia 17 tahun supaya mendapatkan e-KTP.

Menurut Merita, dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan kartu identitas anak bukan sekadar lembaran kertas. Melainkan dokumen penting untuk persyaratan administrasi anak memasuki satuan pendidikan, berobat dan urusan penting lainnya.

"Tanpa dokumen itu, seorang anak bisa kesulitan bersekolah, berobat, bahkan mengurus haknya di kemudian hari," katanya.

Yang kedua adalah KILAS, Berdasarkan data Simfoni Kementerian PPPA, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 2.880 kasus, dan angka ini terus meningkat setiap tahun sejak 2021. Jawa Timur berada pada peringkat kedua tertinggi secara nasional untuk kasus kekerasan terhadap anak.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, pada tahun 2025 tercatat 24 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 51 kasus kekerasan terhadap anak. Menurut Mela, angka ini mungkin terlihat kecil bila dibandingkan daerah lain, tetapi ia memandangnya dengan cara yang berbeda.

"Setiap satu angka di sana adalah seorang ibu, seorang anak, seorang saudara kita. Dan yang lebih memprihatinkan, kita semua tahu bahwa kasus yang dilaporkan hampir selalu lebih sedikit daripada kasus yang sesungguhnya terjadi. Yang juga perlu kita waspadai, bentuk kekerasan tertinggi terhadap anak di Jawa Timur adalah kekerasan seksual. Sementara itu, kekerasan tidak lagi hanya berbentuk fisik," tegasnya.

Terkait tentang KRISAN, Mela menyampaikan prevalensi penyalahgunaan narkotika tertinggi justru berada pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun, yaitu anak-anak dan remaja kita sendiri.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada para ibu untuk mengetahui makanan dan minuman apa yang disukai anak-anaknya demi tumbuh kembang dan kesehatan putra-putrinya.

"Ketahanan keluarga tidak dibangun melalui satu kegiatan yang bersifat instan. Ia tumbuh dari komunikasi yang hangat, pengasuhan yang konsisten, keteladanan yang nyata, dan kepedulian yang dilakukan terusmenerus. Kegiatan hari ini adalah satu langkah, dan langkah berikutnya ada di rumah kita masing-masing," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....