Tahun Kedua. Pemkab Pasuruan Kembali Gelar Festival Burung Berkicau 2026

  • 13 Sep 2026 19:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Festival Burung Berkicau Piala Bupati Pasuruan 2026.

Kali ini, acara dilaksanakan di Gantangan D'Pecaton BC Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, Minggu (13/9/2026) pagi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa menjelaskan acara digelar selama seharian penuh dengan beberapa kelas yang dilombakan. Diantaranya Kelas Bupati Pasuruan, yakni Murai Batu A,B,C, D,E,F,G,H dan I.

Kemudian Kelas Wakil Bupati Pasuruan, yakni Cucak hijau A,B,C,D serta Cendet A,B. Kelas Pasuruan, Anis Merah A, Anis Kembang A dan Kenari A,B. Kelas Pariwisata, love bird, sogon, konin, lovert A dan B serta Kelas Tastaitangan, yakni murai batu tantangan A,B.

"Alhamdulillah kelasnya bertambah dan jumlah pesertanya juga semakin banyak dalam festival burung berkicau tahun ini," jelasnya.

Menurut Agus, digelarnya festival burung berkicau semata-mata untuk memberikan wadah bagi para penggemar burung peliharaan untuk menguji keindahan suaranya.

"Ini tahun kedua penyelenggaraan festival burung berkicau dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1097. Kita tampung para pecinta burung berkicau, kita adu keindahan suaranya untuk berebut juara," imbuhnya.

Diharapkan, festival burung berkicau Piala Bupati Pasuruan akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya.

"Mudah-mudahan terus dilaksanakan setiap tahun dan pas momen Hari Jadi Kabupaten Pasuruan," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa kehadiran festival burung berkicau Piala Bupati Pasuruan bukan hanya sekedar ajang kompetisi adu kemerduan suara satwa semata. Melainkan lebih dari itu, menjadi ekosistem kicau mania di Kabupaten Pasuruan sebagai mesin penggerak ekonomi kreatif dan sektor potensial bagi pemberdayaan UMKM serta mendukung sektor pariwisata daerah.

"Melalui hibi burung berkicau ini, tumbuh subur berbagai rantai ekonomi rakyat. Mulai dari peternak, pengrajin sangkar burung, produsen pakan dan jamu herbal burung sampai pedagang kuliner kecil yang berjualan di sekitar area gantangan hari ini. Semua ini roda penggerak ekonomi riil masyarakat," tegasnya. (emil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....