Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 12 September 2026 Akibat Kebakaran
- 12 Sep 2026 22:42 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total kawasan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk untuk aktivitas wisata, mulai Sabtu (12/9/2026).
Penutupan dilakukan menyusul semakin meluasnya kejadian kebakaran hutan di kawasan Bromo, ditambah kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi, khususnya rerumputan, dalam kondisi kering. Potensi angin kencang juga dikhawatirkan mempercepat penyebaran api.
Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, dalam pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 menyebut, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu jarak pandang, mobilitas, keamanan dan keselamatan pengunjung.
“Dalam rangka efektivitas upaya penanganan dan pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total untuk kunjungan wisata,” demikian disampaikan Balai Besar TNBTS dalam pengumuman tertanggal 12 September 2026.
Penutupan berlaku sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut. Keputusan selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta aspek keamanan kawasan.
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket masuk melalui situs resmi pada masa penutupan, Balai Besar TNBTS memberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya (refund). Mekanisme pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut.
Sementara itu, akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam penanganan serta pemadaman sesuai tugas dan kewenangannya.
Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak mendekati lokasi kebakaran serta senantiasa mengikuti informasi resmi yang disampaikan Balai Besar TNBTS.
Meski kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total, aktivitas kunjungan wisata ke Ranu Regulo masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penutupan ini dilakukan sebagai langkah pengamanan sekaligus mendukung proses penanganan dan pemadaman kebakaran di kawasan TNBTS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....