KAI Daop 9 Jember Waspadai Risiko Powerbank, Penumpang Diminta Kenali Tanda Bahaya
- 10 Sep 2026 21:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengimbau penumpang untuk lebih waspada terhadap penggunaan dan penyimpanan powerbank selama perjalanan kereta api. Perangkat penyimpan daya tersebut tetap berpotensi menimbulkan risiko meski tidak sedang digunakan.
Imbauan itu disampaikan menyusul insiden yang terjadi di KA Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng–Gambir pada 7 September 2026. Saat itu, petugas menemukan asap yang berasal dari sebuah powerbank milik penumpang yang disimpan di kantong kursi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di wilayah operasional Daop 9 Jember. Namun, insiden tersebut menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
“Powerbank memang menjadi perangkat yang praktis untuk menunjang kebutuhan penumpang selama perjalanan. Namun, karena menyimpan energi dalam jumlah tertentu, kondisinya tetap perlu diperhatikan,” kata Cahyo.
Menurutnya, powerbank yang menggunakan baterai lithium-ion maupun lithium-polymer berpotensi mengalami peningkatan suhu secara tidak normal akibat sejumlah faktor. Di antaranya kerusakan fisik, benturan, korsleting, kualitas baterai yang kurang baik, hingga penurunan performa baterai karena usia pemakaian.
KAI mengimbau penumpang mengenali tanda-tanda powerbank yang berpotensi bermasalah, seperti suhu yang terlalu panas, kondisi baterai menggembung, perubahan bentuk fisik, kerusakan pada casing, munculnya bau tidak biasa, suara mendesis, hingga keluarnya asap.
Selain itu, KAI kembali mengingatkan bahwa pengisian daya powerbank di dalam kereta api tidak diperbolehkan demi menjaga keselamatan perjalanan.
“Jika menemukan sesuatu yang tidak normal, segera sampaikan kepada petugas. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi lebih besar,” ujar Cahyo.
Ia juga mengimbau penumpang menyimpan powerbank di tempat yang aman, tidak terkena paparan panas secara langsung, serta terhindar dari tekanan dan benturan yang dapat memicu kerusakan pada baterai.
Sebagai langkah antisipasi, KAI memastikan setiap rangkaian kereta telah dilengkapi sarana keselamatan, seperti alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca darurat, dan perlengkapan pertolongan pertama.
KAI Daop 9 Jember mengajak seluruh penumpang untuk berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan dengan memperhatikan kondisi barang elektronik yang dibawa serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan perangkat yang menunjukkan gejala tidak normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....