Posko Peduli Flores Tetapkan Syarat Pengambilan Sembako bagi Mahasiswa NTT
- 10 Sep 2026 17:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Posko Peduli Flores Malang Raya menetapkan sejumlah syarat bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi penerima bantuan sembako. Penerima wajib tercantum dalam data yang telah diverifikasi dan mengambil bantuan secara langsung dengan membawa KTP serta Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) asli.
Ketua Posko Peduli NTT, George Da Silva, mengatakan ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Pengambilan bantuan tidak dapat diwakilkan.
“Setiap orda menyerahkan data penerima kepada kami. Selanjutnya kami melakukan verifikasi. Penerima yang sudah masuk dalam data wajib melakukan pengambilan sendiri dan tidak dapat diwakilkan,” ujar George. Kamis 10 September 2026.
Pada tahap pertama, Posko Peduli Flores menyiapkan 210 paket sembako untuk mahasiswa dari tujuh kabupaten di Flores. Data penerima dihimpun melalui organisasi daerah (orda) masing-masing dan selanjutnya diverifikasi oleh posko.
Setiap paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng, mi instan, telur, sikat gigi, pasta gigi, sabun, sampo, serta kebutuhan pokok lainnya. Mahasiswa yang tidak tercantum dalam data orda tidak dapat mengambil bantuan.
Penyaluran dilakukan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026, dengan jadwal berdasarkan daerah asal penerima. Rabu, 9 September, bantuan diberikan untuk mahasiswa asal Ende, Sikka (Maumere), dan Nagekeo. Kamis, 10 September, untuk Ngada dan Manggarai Timur. Sementara Jumat, 11 September, untuk Manggarai dan Manggarai Barat.
Pengambilan berlangsung pukul 15.30–19.00 WIB di Posko Peduli Flores Malang Raya, Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 22B, Klojen, Kota Malang.
George mengatakan jumlah bantuan yang terbatas membuat proses verifikasi harus dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat kebutuhan mahasiswa.
“Kami berharap bantuan ini diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Karena jumlahnya terbatas, kami harus melakukan verifikasi agar pembagiannya adil dan tepat sasaran,” katanya.
Wakil Sesepuh Suku Sabu NTT, Marlon, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan persaudaraan warga NTT di perantauan. Menurutnya, perbedaan asal kabupaten tidak menjadi penghalang untuk saling membantu.
“Ketika berada di sini, kita semua adalah saudara. Meskipun berasal dari kabupaten yang berbeda, rasa persaudaraan dan kepedulian harus tetap dijaga,” ujar Marlon.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa asal NTT menjalani aktivitas perkuliahan di Malang. Para mahasiswa, kata dia, berada di perantauan untuk menuntut ilmu sekaligus menjalankan amanah dari orang tua dan keluarga di daerah asal.
Posko Peduli Flores Malang Raya merupakan kolaborasi Forum Pemuda NTT (FP NTT) Malang Raya, Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya, dan Flobamora Batu.
George juga mengajak masyarakat dan donatur yang masih memiliki kepedulian untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sosial tersebut. Informasi terbaru mengenai jadwal dan penyaluran bantuan dapat dipantau melalui akun Instagram @fpnttmalangraya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....