BPBD Kabupaten Malang Intensif Pantau Karhutla dan Tambah Asesmen Kekeringan
- 09 Sep 2026 09:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus memperkuat upaya mitigasi dampak musim kemarau dengan melakukan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asesmen kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan petugas posko tanggap darurat tetap siaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Pada Rabu 9 September 2026, BPBD melakukan monitoring karhutla di kawasan Gunung Butak dan wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan yang rawan terjadi selama musim kemarau.
Selain pemantauan karhutla, tim BPBD juga melakukan asesmen kekeringan di sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan air bersih, yakni Desa Pagak, Desa Putukrejo, dan Desa Sumberpetung.
"Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan apabila masyarakat mengalami kekurangan air bersih," ujar Sadono.
Di sisi lain, distribusi air bersih terus dilanjutkan ke sejumlah desa terdampak kekeringan. Bantuan disalurkan ke Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo, serta Desa Kalirejo di Kecamatan Kalipare.
BPBD juga tetap mengoperasikan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla melalui sistem pemantauan di 33 kecamatan. Pemantauan dilakukan melalui jaringan radio komunikasi VHF dan UHF, internet, layanan pesan singkat, WhatsApp, serta call center kebencanaan.
Berdasarkan laporan posko pada periode 08.00 hingga 20.00 WIB, tidak terdapat kejadian bencana baru yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Malang. Kondisi cuaca selama pemantauan didominasi cuaca cerah dengan suhu berkisar antara 21 hingga 26 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 68 persen.
Meski situasi relatif kondusif, BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan serta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....