Harga Beras di Kota Pasuruan Merangkak Naik
- 08 Sep 2026 16:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Akibat terganggunya pasokan dari pabrik penggilingan padi serta lonjakan biaya distribusi, harga beras di Kota Pasuruan, merangkak naik.
Kondisi ini membuat pedagang terpaksa menjual beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Asep, salah seorang pedagang beras di Pasar Kebonagung, menjelaskan keterbatasan kuota beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog membuat pedagang tidak dapat membeli dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Beras bersubsidi medium dari Bulog stoknya terbatas, kami tidak bisa beli banyak. Sedangkan untuk beras kelas premium harganya naik karena dampak ongkos kirim dari penggilingan," kata Asep saat menemui petugas Satgas Pangan Kota Pasuruan, Selasa (8/9/2026).
Asep menyatakan, saat ini beras premium kemasan 5 kilogram terpaksa dijual pada kisaran harga Rp 73.000. Tingginya harga di tingkat pedagang eceran bukan lantaran margin keuntungan yang besar, melainkan dipicu oleh biaya transportasi dari distributor.
"Kami hanya mengambil untung Rp 1.000 saja per pack. Sementara ongkirnya dari penggilingan mencapai Rp 650 per kilogram. Itu yang membuat harga di pasaran jadi tinggi," papar Asep.
| Baca juga: Bulog Genjot SPHP, HET Beras Rp12.500 |
Melambungnya harga beras di pasaran langsung berdampak pada daya beli masyarakat. Sejumlah warga yang berbelanja di Pasar Kebonagung mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Siti Rahmah (42), salah seorang pembeli asal Kelurahan Kebonagung, mengaku terpaksa menyesuaikan anggaran belanja rumah tangganya akibat kenaikan harga makanan pokok ini.
"Sekarang apa-apa mahal, beras premium harganya makin tidak terjangkau. Beras SPHP yang murah sering kehabisan karena stok di pedagang sedikit. Mau tidak mau ya tetap beli yang ada walaupun mahal, tapi jumlahnya terpaksa dikurangi," keluh Siti saat ditemui di lokasi.
Menanggapi keluhan masyarakat dan pedagang, Satgas Pangan dari Polres Pasuruan Kota berjanji akan segera menelusuri rantai pasokan beras dari hulu ke hilir.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga menyatakan, pihaknya akan mendatangi pihak Bulog serta pabrik penggilingan beras guna mengetahui penyebab pasti tersendatnya distribusi.
"Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Bulog dan penggilingan beras. Kami ingin memastikan apakah ada kaitannya dengan turunnya produksi padi akibat musim kemarau ini atau ada kendala lain di rantai distribusi," tegas Dhecky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....