Pesawat PK-S360 Mendarat Darurat di Blora, Kru Selamat
- 08 Sep 2026 11:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur mengonfirmasi pesawat swayasa bermotor PK-S360 mengalami lost power atau gangguan mesin hingga harus melakukan pendaratan darurat di Desa Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).
Dua kru pesawat, Dhony Vasmin dan Ignatius Andreas, berhasil selamat dalam insiden tersebut. Keduanya telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Desa Ngawen dan dinyatakan dalam kondisi sehat.
Ketua Umum FASI Jawa Timur sekaligus Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, mengatakan pendaratan darurat dilakukan penerbang sesuai prosedur setelah pesawat mengalami gangguan mesin di wilayah Blora.
“Alhamdulillah, kedua kru dalam kondisi sehat dan selamat. Pendaratan darurat dapat dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur,” kata Reza dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Sebelum insiden, PK-S360 digunakan untuk kegiatan dalam rangkaian Pangandaran Air Show. Pesawat kemudian dijadwalkan kembali ke homebase di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, melalui rute Pangandaran–Lanud Adisutjipto Yogyakarta–Malang.
Pesawat sempat mendarat di Lanud Adisutjipto. Setelah dilakukan pengecekan dan dinyatakan dalam kondisi baik, pesawat kembali diterbangkan menuju Malang pada pukul 12.07 WIB.
Pesawat dijadwalkan tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 15.42 WIB. Namun, pada pukul 13.27 WIB, FASI Jawa Timur menerima informasi bahwa pesawat mengalami lost power ketika berada di wilayah Kabupaten Blora.
Menghadapi kondisi tersebut, penerbang menjalankan prosedur pendaratan darurat sesuai ketentuan dan checklist penerbangan. Pesawat akhirnya berhasil mendarat di wilayah Desa Ngawen.
Setelah pendaratan darurat, pesawat mengalami kebakaran dan dinyatakan mengalami total loss.
Reza mengatakan FASI Jawa Timur akan menghimpun seluruh data dan melakukan analisis untuk mengetahui penyebab gangguan mesin yang dialami pesawat.
“Selanjutnya, kami akan menghimpun seluruh data dan melakukan analisis untuk mengetahui penyebab gangguan pada mesin pesawat,” ujarnya.
FASI Jawa Timur juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Evaluasi akan menjadi bahan pembelajaran sekaligus upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko kejadian serupa.
Reza menegaskan klarifikasi disampaikan untuk memastikan informasi mengenai insiden tersebut tidak berkembang menjadi simpang siur, terutama di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial.
FASI Jawa Timur juga mengapresiasi pihak-pihak yang membantu penanganan insiden hingga memastikan kedua kru mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....