Dampak Erupsi Anak Krakatau, KAI Tambah Kursi dari Malang
- 07 Sep 2026 11:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan membuat PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya menambah kapasitas layanan kereta api dari Stasiun Malang menuju Jakarta.
“Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan,” pungkasnya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, KAI Daop 8 mengoperasikan satu perjalanan kereta api tambahan relasi Malang-Gambir dengan kapasitas 350 tempat duduk pada Minggu (6/9/2026).
“Langkah ini dilakukan menyusul penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penambahan perjalanan untuk memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan,” kata Mahendro, Senin (7/9/2026).
KA tambahan tersebut berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Gambir. Rangkaian terdiri dari tujuh kereta kelas eksekutif dengan total 350 tempat duduk.
“Selain menambah satu perjalanan dari Malang, KAI Daop 8 juga melakukan penyesuaian kapasitas pada sejumlah perjalanan menuju Jakarta untuk merespons kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Pada Minggu (6/9), tercatat 6.785 pelanggan naik dan turun di Stasiun Malang, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan Minggu sebelumnya yang mencapai 5.903 pelanggan.
Sementara pada Senin (7/9), hingga pukul 08.30 WIB, jumlah pelanggan yang naik dan turun di Stasiun Malang mencapai 5.740 orang. Terdiri dari 2.597 pelanggan naik dan 3.143 pelanggan turun.
“Untuk keberangkatan hari Senin ini, KAI Daop 8 juga menyiapkan 6.104 tempat duduk dari Stasiun Malang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Empat di antaranya merupakan perjalanan menuju Jakarta dengan total kapasitas 1.890 tempat duduk,” ungkapnya.
Keempat perjalanan tersebut yakni KA Jayabaya relasi Malang-Pasarsenen pukul 13.45 WIB, KA Gajayana relasi Malang-Gambir pukul 14.55 WIB, KA Brawijaya relasi Malang-Gambir pukul 16.00 WIB, dan KA Majapahit relasi Malang-Pasarsenen pukul 17.45 WIB.
“KAI terus memantau perkembangan kondisi dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Penyesuaian operasional akan dilakukan apabila diperlukan dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” kata dia.
Di tengah potensi paparan abu vulkanik, KAI juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan atau area yang berpotensi terdampak debu dan abu vulkanik.
“Kami mengimbau pelanggan untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan, salah satunya dengan menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap debu atau abu vulkanik,” kata Mahendro.
KAI mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal dan kondisi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal informasi resmi lainnya.
Sementara pada Senin (7/9), hingga pukul 08.30 WIB, jumlah pelanggan yang naik dan turun di Stasiun Malang mencapai 5.740 orang. Terdiri dari 2.597 pelanggan naik dan 3.143 pelanggan turun.
“Untuk keberangkatan hari Senin ini, KAI Daop 8 juga menyiapkan 6.104 tempat duduk dari Stasiun Malang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Empat di antaranya merupakan perjalanan menuju Jakarta dengan total kapasitas 1.890 tempat duduk,” ungkapnya.
Keempat perjalanan tersebut yakni KA Jayabaya relasi Malang-Pasarsenen pukul 13.45 WIB, KA Gajayana relasi Malang-Gambir pukul 14.55 WIB, KA Brawijaya relasi Malang-Gambir pukul 16.00 WIB, dan KA Majapahit relasi Malang-Pasarsenen pukul 17.45 WIB.
“KAI terus memantau perkembangan kondisi dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Penyesuaian operasional akan dilakukan apabila diperlukan dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” kata dia.
Di tengah potensi paparan abu vulkanik, KAI juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan atau area yang berpotensi terdampak debu dan abu vulkanik.
“Kami mengimbau pelanggan untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan, salah satunya dengan menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap debu atau abu vulkanik,” kata Mahendro.
KAI mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal dan kondisi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal informasi resmi lainnya.
“Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....