UB Dampingi Pesantren Kanzun Najah Kembangkan Batik Beridentitas Santri

  • 06 Sep 2026 08:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Doktor Mengabdi (DM) mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis pesantren melalui pelatihan membatik dan pengembangan motif Batik Pesantren di Pondok Pesantren Kanzun Najah, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kegiatan yang digelar pada 3 September 2026 tersebut diikuti 15 anggota aktif Koperasi Kanzun Najah Berkah. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan produk kreatif yang memiliki identitas khas dan nilai budaya.

Ketua Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya, Dr. Mohamad Anas, S.Fil.I., M.Phil., mengatakan pesantren memiliki modal sosial dan sumber daya manusia yang kuat untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan Batik Pesantren tidak hanya berorientasi pada produk kerajinan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas pesantren melalui motif yang merepresentasikan nilai keislaman, tradisi santri, serta kearifan lokal.

"Motif yang dikembangkan diharapkan mampu merepresentasikan identitas, tradisi, nilai keislaman, kehidupan santri, kearifan lokal, dan karakter Pondok Pesantren Kanzun Najah," ujarnya, Minggu (6/9/2026).

Pelatihan menghadirkan praktisi batik Malangan, Aulya Rishmawati, yang memberikan materi mengenai teknik dasar membatik, penggunaan alat dan bahan, hingga proses produksi batik secara menyeluruh.

Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan desain, pemindahan pola ke kain, teknik mencanting, pewarnaan, pelorodan, hingga pemeriksaan mutu hasil batik. Selain itu, peserta juga diajak mengembangkan motif yang terinspirasi dari kehidupan pesantren dan karakter khas Kota Batu.

Pengasuh Pondok Pesantren Kanzun Najah, Gus Fathul Yasin, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pemberdayaan di lingkungan pesantren tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki nilai ibadah dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Ia menilai pesantren dapat menjadi ruang yang mengintegrasikan proses belajar, berkarya, bekerja, dan beribadah dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Dalam pelaksanaannya, pengembangan Batik Pesantren diarahkan pada penciptaan motif yang terinspirasi dari kehidupan santri, arsitektur pondok, kaligrafi, simbol kebersamaan, hingga kekayaan flora Kota Batu. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk dengan identitas kuat dan memiliki daya saing di pasar.

"Selain meningkatkan keterampilan peserta, program ini juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas Koperasi Kanzun Najah Berkah sebagai pengelola usaha bersama," urainya.

Melalui pengembangan produk khas pesantren, koperasi diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Universitas Brawijaya menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.

Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada penyempurnaan desain motif, standardisasi produksi, pengendalian mutu, pengemasan produk, promosi, hingga perluasan akses pemasaran agar Batik Pesantren Kanzun Najah dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Kota Batu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....