Batik in Motion 2026 Probolinggo Pecahkan Rekor Dunia MURI
- 05 Sep 2026 18:32 WIB
- Malang
RRI. CO. ID Probolinggo - Kota Probolinggo kembali mencatat prestasi di tingkat dunia melalui gelaran Batik in Motion 2026. Sebanyak 2.705 penari tampil secara serempak mengenakan busana tradisional dalam rangkaian Welcome Parade Batik Showcase.
Penampilan yang digelar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman tersebut berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Line Dance Mengenakan Busana Tradisional dengan Peserta Terbanyak di Dunia.
Penghargaan MURI bernomor piagam 12.897 diserahkan Direktur Operasional MURI Awan Rahargo kepada Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin. Penyerahan disaksikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta jajaran Forkopimda.
Direktur Operasional MURI Awan Rahargo mengatakan, pencapaian tersebut telah melalui proses verifikasi di lapangan. Berdasarkan hasil verifikasi, tercatat 2.705 penari tampil secara serempak dengan mengenakan busana tradisional.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memadukan unsur budaya dan olahraga serta menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin mengatakan, pemecahan rekor dunia bukan menjadi tujuan akhir. Batik in Motion diarahkan sebagai sarana melestarikan budaya sekaligus mendorong regenerasi pembatik.
“Kami sengaja melibatkan anak-anak sekolah sejak usia SD hingga SMA untuk menjembatani jurang regenerasi dengan para pembatik senior,” ujarnya.
Ia menambahkan, Batik in Motion juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Probolinggo.
Mulai dari desainer, pembatik, pelaku UMKM kuliner, transportasi, perhotelan, hingga sektor pariwisata diharapkan ikut mendapatkan dampak positif dari kegiatan tersebut.
Konsep “motion” atau bergerak, kata Evariani, menjadi semangat untuk membawa batik khas Probolinggo, termasuk motif Pendalungan, semakin dikenal luas.
“Kami berharap Batik in Motion ini dapat menjadi laboratorium percontohan ekonomi kreatif nasional yang dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia demi membawa Batik Probolinggo mendunia,” katanya.
Gelaran tersebut juga melibatkan pelajar, pegiat seni, komunitas, serta masyarakat. Para peserta menampilkan sejumlah tarian, di antaranya Tari Jaran Bodag, Tari Kiprah Lengger, dan Tari Kipas Bayuangga.
Pemkot Probolinggo berharap keberhasilan Batik in Motion 2026 tidak berhenti sebagai pencatatan rekor, tetapi menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Perkuat pembuka dengan unsur berita
Ringkas kutipan agar lebih efektif
Samakan istilah rekor MURI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....