Siraman Gong Kiai Pradah Bakal Dibenahi, UMKM dan Jalur Ditata
- 29 Agt 2026 16:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Pelaksanaan Siraman atau Jamasan Gong Kiai Pradah di Alun-alun Lodoyo, Kabupaten Blitar, ke depan bakal dikemas lebih tertata.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar menilai tradisi budaya yang digelar masyarakat Kecamatan Sutojayan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi event wisata budaya.
Sejumlah pembenahan mulai disiapkan, terutama terkait penataan kawasan acara. Mulai dari posisi stan UMKM, keseragaman tenda, kebersihan, hingga jalur keluar-masuk pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar Eko Susanto mengatakan, pembenahan akan dilakukan bersama panitia lokal di tingkat kecamatan.
Menurutnya, penataan kawasan penting dilakukan agar pengunjung tidak kebingungan saat berada di lokasi acara.
"Supaya dari awal kelihatan, di mana jalur penonton, pintu gate masuk, dan stan UMKM," kata Eko, Sabtu (29/8/2026).
Ia menyebut, pelaksanaan tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan dari sisi layout. Salah satunya belum adanya gate khusus yang menjadi penanda pintu masuk acara.
Ke depan, konsep penataan akan dibuat lebih jelas sehingga antara area penonton, stan UMKM, dan akses masuk dapat dibedakan.
Tak hanya soal kenyamanan, Disbudpar juga melihat besarnya aktivitas ekonomi yang muncul selama rangkaian tradisi tersebut berlangsung.
Pasalnya, Siraman Gong Kiai Pradah mampu mendatangkan pengunjung dari luar Kabupaten Blitar. Kondisi tersebut turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM dan pengelola parkir untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
"Nanti kami hitung putaran uang selama tujuh hari event ini. Saya pikir cukup besar. Dampak perputaran uang dari pelaku UMKM dan parkir ini besar," ujarnya.
Eko berharap pembenahan tersebut tidak menghilangkan karakter tradisi yang selama ini tumbuh dan dijaga masyarakat.
Sebaliknya, pemerintah ingin membantu memperkuat kemasan acara agar Siraman Gong Kiai Pradah semakin dikenal sebagai salah satu wisata budaya di Kabupaten Blitar.
"Ini tradisi dari bawah, dari masyarakat. Kami mencoba mengintervensi agar kemasannya lebih bagus dan dapat menarik pengunjung lebih banyak," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....